Program Kemitraan Closed Loop Agribisnis Ciptakan Ekosistem yang Efisien dan Terintegrasi
Selasa, 22 Februari 2022 - 19:48 WIB
Menko Airlangga Hartarto menyatakan sektor pertanian akan terus didukung. Foto/KemenkoPerekonomian
JAKARTA - Memasuki awal tahun 2022, pemerintah meyakini bahwa koordinasi dan sinergi antara seluruh stakeholders dalam menerapkan strategi pemulihan ekonomi akan membuat ekonomi tumbuh di kisaran 4,0% hingga 5,0% (yoy) pada triwulan I-2022. Hal itu akan mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% (yoy) di akhir 2022 mendatang.
Baca juga: Kerja Sama Strategis Indonesia dan Korea Selatan Akan Saling Dukung Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi
“Ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 3,69% pada tahun 2021, pertumbuhan ekonomi yang positif di tahun 2021 tersebut didukung oleh pertumbuhan di beberapa sektor, salah satunya sektor pertanian yang tumbuh 1,84%. Selain itu, kontribusi sektor pertanian terhadap PDB juga cukup besar yaitu 13,28% tertinggi kedua setelah industri pengolahan sebesar 19,25%,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara virtual pada saat me-launching Buku Pintar Kemitraan Closed Loop Agribisnis Hortikultura, Selasa (22/02/2022).
Sektor Pertanian sebagai sektor yang terus tumbuh positif perlu didukung agar kontribusinya terhadap PDB yang cukup besar juga mampu berdampak terhadap kesejahteraan petani. Pemerintah terus berupaya untuk mendorong inisiatif kolaborasi multistakeholders melalui pengembangan ekosistem agribisnis yang efisien dan terintegrasi hulu-hilir berbasis teknologi, agar daya saing komoditas pertanian dapat ditingkatkan dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dengan harga yang terjangkau.
Menko Airlangga menyampaikan bahwa salah satu model yang telah diinisiasi dan berjalan baik adalah kemitraan closed loop agribisnis hortikultura yang melibatkan petani, koperasi, perbankan, off taker dan pelaku usaha dari hulu hingga hilir yang dilakukan dengan pendampingan untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan petani.
“Buku Pintar Closed Loop Agribsinis Hortikultura ini memberikan gambaran model kolaborasi multistakeholders yang terlibat dalam kemitraan dan proses bisnis dalam membangun ekosistem agribisnis yang terintegrasi hulu hilir, sehingga kami berharap buku ini dapat digunakan sebagai rujukan dan pedoman bagi berbagai pihak terkait dalam rangka implementasi dan percepatan replikasi kemitraan closed loop hortikultura di seluruh Indonesia,” jelas Menko Airlangga.
Baca juga: Kerja Sama Strategis Indonesia dan Korea Selatan Akan Saling Dukung Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi
“Ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 3,69% pada tahun 2021, pertumbuhan ekonomi yang positif di tahun 2021 tersebut didukung oleh pertumbuhan di beberapa sektor, salah satunya sektor pertanian yang tumbuh 1,84%. Selain itu, kontribusi sektor pertanian terhadap PDB juga cukup besar yaitu 13,28% tertinggi kedua setelah industri pengolahan sebesar 19,25%,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara virtual pada saat me-launching Buku Pintar Kemitraan Closed Loop Agribisnis Hortikultura, Selasa (22/02/2022).
Sektor Pertanian sebagai sektor yang terus tumbuh positif perlu didukung agar kontribusinya terhadap PDB yang cukup besar juga mampu berdampak terhadap kesejahteraan petani. Pemerintah terus berupaya untuk mendorong inisiatif kolaborasi multistakeholders melalui pengembangan ekosistem agribisnis yang efisien dan terintegrasi hulu-hilir berbasis teknologi, agar daya saing komoditas pertanian dapat ditingkatkan dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dengan harga yang terjangkau.
Menko Airlangga menyampaikan bahwa salah satu model yang telah diinisiasi dan berjalan baik adalah kemitraan closed loop agribisnis hortikultura yang melibatkan petani, koperasi, perbankan, off taker dan pelaku usaha dari hulu hingga hilir yang dilakukan dengan pendampingan untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan petani.
“Buku Pintar Closed Loop Agribsinis Hortikultura ini memberikan gambaran model kolaborasi multistakeholders yang terlibat dalam kemitraan dan proses bisnis dalam membangun ekosistem agribisnis yang terintegrasi hulu hilir, sehingga kami berharap buku ini dapat digunakan sebagai rujukan dan pedoman bagi berbagai pihak terkait dalam rangka implementasi dan percepatan replikasi kemitraan closed loop hortikultura di seluruh Indonesia,” jelas Menko Airlangga.
Lihat Juga :