Kenaikan Cukai Bukan Solusi Jitu, Pemerintah Diminta Buat Peta Jalan Industri Rokok
Minggu, 27 Februari 2022 - 12:02 WIB
Foto/Ilustrasi/Dok Antara
JAKARTA - Sejumlah kalangan menilai, menaikkan cukai rokok setinggi apa pun tidak akan mengurangi jumlah masyarakat yang merokok jika tidak diikuti kesadaran untuk berhenti merokok.
Sosilog Universitas Airlangga Umar Sholahudin mengatakan, hingga kini merokok masih menjadi budaya yang erat di kalangan masyarakat sehingga masih susah untuk dihentikan hanya melalui program kenaikan cukai.
“Rokok dan masyarakat Indonesia sudah menjadi budaya yang sangat sulit dipisahkan. Maka, kebijakan pemerintah menaikan cukai tidak serta merta membuat masyarakat berhenti merokok,” ujarnya, dikutip Minggu (27/2/2022).
Baca juga: 3 Negara di Dunia yang Mengharamkan Rokok di Negaranya
Kalau rokok mahal karena cukai dinaikan, lanjut dia, masyarakat akan beralih ke rokok lintingan atau rokok illegal. Umar menambahkan, kenaikan cukai rokok juga seharusnya diimbangi dengan kebijakan lain yang bisa mencerminkan keadilan.
Sosilog Universitas Airlangga Umar Sholahudin mengatakan, hingga kini merokok masih menjadi budaya yang erat di kalangan masyarakat sehingga masih susah untuk dihentikan hanya melalui program kenaikan cukai.
“Rokok dan masyarakat Indonesia sudah menjadi budaya yang sangat sulit dipisahkan. Maka, kebijakan pemerintah menaikan cukai tidak serta merta membuat masyarakat berhenti merokok,” ujarnya, dikutip Minggu (27/2/2022).
Baca juga: 3 Negara di Dunia yang Mengharamkan Rokok di Negaranya
Kalau rokok mahal karena cukai dinaikan, lanjut dia, masyarakat akan beralih ke rokok lintingan atau rokok illegal. Umar menambahkan, kenaikan cukai rokok juga seharusnya diimbangi dengan kebijakan lain yang bisa mencerminkan keadilan.
Lihat Juga :