Perang Rusia-Ukraina Ganggu Pemulihan Ekonomi Global, Indonesia Ikut Terdampak

Minggu, 27 Februari 2022 - 17:11 WIB
Selanjutnya, negara-negara di kawasan Asian Tenggara diperkirakan tumbuh 5,6% (2022) dan 6% (2023), Indonesia 5,6% (2022) dan 6% (2023).

Eisha menambahkan, harga komoditas dunia pada 2022 telah mengalami kenaikan. Rusia adalah salah satu produsen dunia minyak bumi dan industri pertambangan seperti nikel, alumunium dan palladium. Rusia juga produsen kalium karbonat (potash) sebagai bahan baku pupuk. Selain itu, Rusia dan Ukraina adalah eksportir utama gandum.

"Risiko perang akan dapat berdampak pada kenaikan harga minyak bumi yang diperkirakan meningkat mencapai lebih dari USD100 per barrel. Sementara harga bahan bakar minyak meningkat di AS dan Eropa sebesar 30%," urainya.

Baca juga: Pengungsi Ukraina Mulai Mengalir, Amerika Mengaku Siap Tampung

Jika konflik berkepanjangan, rantai pasok global bisa terganggu. Padahal, dalam dua tahun pandemi ini saja terjadi hambatan logistik yang memicu kenaikan harga komoditas.

Jika pasokan komoditas dan logistik pengiriman terhambat, serta infrastruktur utama seperti pelabuhan di area Black Sea jika rusak akibat perang, maka negara maju dapat memberikan sanksi banned atas komoditas Rusia. Hal ini akan memperburuk harga komoditas sehubungan rendahnya pasokan global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!