Banyak Perusahaan Raksasa Dunia Cabut dari Rusia, Kini Giliran ExxonMobil dan Boeing
Rabu, 02 Maret 2022 - 14:12 WIB
ExxonMobil saat ini beroperasi dan memegang saham di ladang minyak dan gas Pulau Sakhalin, bersama Rosneft dan perusahaan dari Jepang dan India. Dikatakan ExxonMobil akan keluar dari operasi minyak dan gas Rusia itu, yang telah bernilai lebih dari USD4 miliar serta menghentikan rencana investasi terbaru di negara itu.
Tahun lalu, ExxonMobil mempekerjakan lebih dari 1.000 orang di seluruh negeri, dengan kantor pusar terletak di Moskow, St. Petersburg, Yekaterinburg dan Yuzhno-Sakhalinst, menurut situs webnya. Rusia sendiri merupakan salah satu produsen energi terbesar di dunia.
Pengumuman itu muncul ketika minyak mentah Brent yang menjadi patokan internasional untuk harga minyak melesat jadi USD110 per barel, menandai level tertinggi lebih dari tujuh tahun.
Sementara itu pada pada hari Senin, raksasa energi saingannya BP mengatakan, bakal melepas 19,75% sahamnya di Rosneft setelah "tindakan agresi Rusia di Ukraina".
Baca Juga: Melawan Putin? Dua Miliarder Top Rusia Berbicara Menentang Perang
Pada hari yang sama, Shell mengumumkan bahwa mereka akan mengakhiri semua usaha patungannya dengan perusahaan energi Rusia Gazprom. Hal itu termasuk berhenti dari fasilitas unggulan Sakhalin II, yang sebagian dimiliki dan dioperasikan oleh Gazprom.
Tahun lalu, ExxonMobil mempekerjakan lebih dari 1.000 orang di seluruh negeri, dengan kantor pusar terletak di Moskow, St. Petersburg, Yekaterinburg dan Yuzhno-Sakhalinst, menurut situs webnya. Rusia sendiri merupakan salah satu produsen energi terbesar di dunia.
Pengumuman itu muncul ketika minyak mentah Brent yang menjadi patokan internasional untuk harga minyak melesat jadi USD110 per barel, menandai level tertinggi lebih dari tujuh tahun.
Sementara itu pada pada hari Senin, raksasa energi saingannya BP mengatakan, bakal melepas 19,75% sahamnya di Rosneft setelah "tindakan agresi Rusia di Ukraina".
Baca Juga: Melawan Putin? Dua Miliarder Top Rusia Berbicara Menentang Perang
Pada hari yang sama, Shell mengumumkan bahwa mereka akan mengakhiri semua usaha patungannya dengan perusahaan energi Rusia Gazprom. Hal itu termasuk berhenti dari fasilitas unggulan Sakhalin II, yang sebagian dimiliki dan dioperasikan oleh Gazprom.
Lihat Juga :