Harga Bahan Pokok Melejit, Pedagang dan Pembeli Menjerit
Kamis, 03 Maret 2022 - 23:03 WIB
Senada, Duriah (58) yang biasa berdagang tahu dan tempe di kawasan yang sama mengeluhkan harga kedelai yang meroket. Dirinya terpaksa memangkas ukuran tahu dan tempe agar pelanggan tetap membeli di lapaknya.
"Saya jual tahu tetap R4.000 dapat 10 potong tapi kecil-kecil potongannya, lalu tempe beda-beda ada yang Rp5.000, Rp7.000, Rp10.000," katanya.
Sebagai ibu rumah tangga, Duriah ikut pusing tujuh keliling menghadapi naiknya harga bahan pokok. Minyak goreng mahal, yang disubsidi harus antre seharian, cabai pun meroket hingga Rp80.000 – Rp90.000.
"Harapannya, ya, pemerintah tolong lah gimana caranya ya, ini kan rakyat, tolong jangan sampai melejit gitulah, kan pemerintah yang bisa menentukan (harga bahan pokok)," ujarnya.
Baca juga: Pedagang Gorengan Masih Keluhkan Kelangkaan Minyak Goreng
"Saya jual tahu tetap R4.000 dapat 10 potong tapi kecil-kecil potongannya, lalu tempe beda-beda ada yang Rp5.000, Rp7.000, Rp10.000," katanya.
Sebagai ibu rumah tangga, Duriah ikut pusing tujuh keliling menghadapi naiknya harga bahan pokok. Minyak goreng mahal, yang disubsidi harus antre seharian, cabai pun meroket hingga Rp80.000 – Rp90.000.
"Harapannya, ya, pemerintah tolong lah gimana caranya ya, ini kan rakyat, tolong jangan sampai melejit gitulah, kan pemerintah yang bisa menentukan (harga bahan pokok)," ujarnya.
Baca juga: Pedagang Gorengan Masih Keluhkan Kelangkaan Minyak Goreng
Lihat Juga :