Profil Zaki Yamani, Menteri Perminyakan Arab Saudi yang Berani Embargo Minyak
Rabu, 09 Maret 2022 - 11:24 WIB
Baca Juga: Iran: Langkah AS Perpanjang Embargo Senjata Ilegal
Hingga tahun 1973, Saudi menerima keuntungan dari minyak sebesar 9 sampai 9 juta miliar dolar AS per tahun. Bahkan, saat musim semi 1974, pendapatan Saudi melonjak hingga 34 miliar dolar AS. Di bawah kendali Yamani, Saudi juga berhasil melepaskan dominasi perusahaan minyak asal AS.
Ia melakukan serangkaian langkah yang menghasilkan kepemilikan Arab Saudi atas Aramco di tahun 1976. Alhasil, Arab Saudi menjadi kekuatan utama minyak di Timur Tengah.
Yamani diberhentikan sebagai menteri pada 1986 secara mendadak. Dia dinilai gagal melakukan strategi guna menopang harga minyak mentah. Pada 23 Februari 2021, Yamani meninggal di Inggris dan dimakamkan tanah kelahirannya.
Hingga tahun 1973, Saudi menerima keuntungan dari minyak sebesar 9 sampai 9 juta miliar dolar AS per tahun. Bahkan, saat musim semi 1974, pendapatan Saudi melonjak hingga 34 miliar dolar AS. Di bawah kendali Yamani, Saudi juga berhasil melepaskan dominasi perusahaan minyak asal AS.
Ia melakukan serangkaian langkah yang menghasilkan kepemilikan Arab Saudi atas Aramco di tahun 1976. Alhasil, Arab Saudi menjadi kekuatan utama minyak di Timur Tengah.
Yamani diberhentikan sebagai menteri pada 1986 secara mendadak. Dia dinilai gagal melakukan strategi guna menopang harga minyak mentah. Pada 23 Februari 2021, Yamani meninggal di Inggris dan dimakamkan tanah kelahirannya.
(nng)
Lihat Juga :