Imbas Perang Rusia-Ukraina, Pasokan Minyak Nabati Bakal Defisit
Jum'at, 11 Maret 2022 - 23:55 WIB
"Pemerintah perlu mengatur secara bijak penggunaan dalam negeri dan ekspor minyak sawit untuk menjaga neraca perdagangan nasional. Bagi pekebun, peningkatan efisiensi dan produksi merupakan dua hal yang harus terus menerus diupayakan," sambungnya.
Baca juga: Ekspor Terhambat, Pengusaha Minyak Sawit Tolak Aturan DMO 30%
Di samping itu, Gapki mencatat terjadi penurunan produksi minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang tercatat pada bulan Januari 2022 sebesar 3% jika dibandingkan dengan total produksi pada bulan Desember 2021. Pada Desember 2021 toal produksi CPO 4,688 juta ton, sedangkan pada bulan Januari 2022 menurun menjadi 3,863 juta ton.
"Turunnya produksi di bulan Januari 2022 merupakan pola musiman, namun penurunan produksi CPO dari Desember 2021 ke Januari 2022 yang sebesar 3% jauh lebih rendah dari penurunan musiman tahun lalu Desember 2020 ke Januari 2021 yang mencapai 7%," bebernya.
Baca juga: Ekspor Terhambat, Pengusaha Minyak Sawit Tolak Aturan DMO 30%
Di samping itu, Gapki mencatat terjadi penurunan produksi minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang tercatat pada bulan Januari 2022 sebesar 3% jika dibandingkan dengan total produksi pada bulan Desember 2021. Pada Desember 2021 toal produksi CPO 4,688 juta ton, sedangkan pada bulan Januari 2022 menurun menjadi 3,863 juta ton.
"Turunnya produksi di bulan Januari 2022 merupakan pola musiman, namun penurunan produksi CPO dari Desember 2021 ke Januari 2022 yang sebesar 3% jauh lebih rendah dari penurunan musiman tahun lalu Desember 2020 ke Januari 2021 yang mencapai 7%," bebernya.
(ind)
Lihat Juga :