China Perluas Lockdown, Perusahaan Multinasional Kena Imbasnya

Kamis, 17 Maret 2022 - 17:03 WIB
Kebijakan ini hanta sehari setelah penguncian lima hari diberlakukan pada 12,5 juta penduduk kota selatan Shenzhen, dimana semua operasional transportasi mulai dari semua bus dan layanan kereta bawah tanah ditangguhkan.

Pada hari Selasa, pihak berwenang di kota Langfang yang berbatasan dengan Ibu Kota Beijing, serta Dongguan di provinsi selatan Guangdong, juga akan segera memberlakukan lockdown.

Bisnis di banyak daerah yang terkena dampak telah diberitahu untuk menutup atau meminta karyawan mereka bekerja dari rumah, kecuali mereka yang menyediakan layanan penting seperti makanan, utilitas atau kebutuhan lainnya.

Baca Juga: Rusia Ancam Setop Pasok Gas ke Eropa, Provinsi di Belanda Hidupkan Kembali Kilang

Foxconn, yang memproduksi iPhone untuk Apple, menghentikan operasinya di Shenzhen pada hari awal pekan ini. Pihak perusahaan mengatakan kapan kembalinya aktivitas bisnis, keputusan itu diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah.

Tetapi mereka memiliki beberapa lokasi produksi di China dan mengatakan kepada BBC, bahwa mereka telah "menyesuaikan jalur produksi untuk meminimalkan dampak potensial". Pabriknya di Zhengzhou, pabrik iPhone terbesar di dunia tetap buka, mengingat kota itu tidak terkena pembatasan.

Sementara Toyota yang menutup pabriknya di kota Changchun di Provinsi Jilin, tidak memberikan batas waktu kapan bisnis akan dilanjutkan. Pembuat mobil asal Jepang mengatakan, kebijakan ini dilakukan untuk mempertimbangkan "dampak operasi pemasok", dan "keselamatan serta keamanan karyawan hingga pihak terkait".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!