Prudential dan Eastspring Indonesia Tegaskan Komitmen Perlindungan Bagi Nasabah

Selasa, 16 Juni 2020 - 23:31 WIB
Selain itu, lanjut Novi, kedua perusahaan juga didukung oleh performa yang kuat. Sepanjang 2019, meskipun kondisi pasar bergejolak, Prudential Indonesia mencatat Total Dana Investasi yang menguat sebesar 3% menjadi Rp74,5 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp72,1 triliun. Baca: New Normal, Perbankan Dituntut Persiapkan Layanan Digital dengan Baik

Di tahun yang sama, perusahaan juga mencatat Hasil Investasi sebesar Rp5,4 triliun, didorong oleh pemulihan IHSG. Sementara itu, Eastspring Indonesia mencatat Total Dana Kelolaan sekitar Rp92,08 triliun per 31 Desember 2019, yang terbesar di Indonesia.

Dalam mengelola investasi nasabah, khususnya di tengah fase normal baru ini, Prudential Indonesia dan Eastspring Indonesia menerapkan prinsip kehati-hatian secara optimal dalam memilih saham dan hanya yang memiliki fundamental baik dan pendanaan yang kuat.

Terkait dana investasi saham, Novi mengutarakan, perusahaan fokus berinvestasi di berbagai sektor yang cenderung tangguh ketika pertumbuhan ekonomi melambat dan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang seperti konsumsi, kesehatan, dan komunikasi yang diharapkan dapat mengurangi volatilitas.

Sedangkan untuk dana investasi obligasi, pihaknya berkonsentrasi pada obligasi pemerintah yang dianggap lebih likuid. Dengan strategi seperti ini, manajemen berharap dapat meminimalisir risiko dan pada saat yang bersamaan tetap efektif dalam meningkatkan kinerja ketika pasar pulih.

"Perusahaan juga senantiasa menyuguhkan portofolio dana investasi yang beragam, di antaranya PRUlink Rupiah Equity Fund, PRUlink Managed Fund, PRULink Fixed Income dan PRUlink Cash Fund, yang sejak diluncurkan telah mencatatkan hasil positif. Untuk itu, kami meminta nasabah untuk memastikan Polis mereka aktif sehingga senantiasa mendapatkan perlindungan, serta tetap berinvestasi sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing," tutur Novi.

Sementara itu, Alan T. Darmawan, Chief Executive Officer Eastspring Indonesia mengatakan, di tingkat global, sentimen pasar masih akan cenderung negatif dan volatilitas pasar masih tinggi. Pihaknya memprediksi pandemi dapat terkendali, tapi tidak dalam waktu singkat. Baca: IHSG Ditutup Menguat Dekati Level 5.000 Saat Bursa Asia Terkerek Naik
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!