Harga Pertamax Dinaikkan Dekati Level Keekonomian Dinilai Realistis

Selasa, 22 Maret 2022 - 21:28 WIB
Bila itu terjadi, kata dia, tidak hanya akan mengganggu keuangan Pertamina, tapi juga membebani pemerintah. Pasalnya, pemerintah telah berkomitmen untuk memberikan kompensasi bagi Pertamina untuk tidak menaikkan harga Pertalite. "Soalnya perekonomian saat ini memang sudah mulai naik, tapi belum stabil sepenuhnya," ujarnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Kasih Sinyal Harga BBM Pertamax Bisa Naik, Pertalite Masih Aman

Untuk mencegah terjadinya migrasi, selain mengusulkan agar kenaikan harga Pertamax tak terlalu tinggi, Massita juga menyarankan agar langkah itu dibarengi dengan peningkatan pelayanan bagi konsumen yang membeli Pertamax. "Misalnya, untuk Pertamax antreannya lebih cepat serta ada layanan tambahan lainnya," kata dia.

Dengan begitu, dia yakin konsumen yang memang sudah terbiasa menggunakan Pertamax karena sesuai dengan spesifikasi kendaraannya tak akan tergiur berpindah ke BBM yang kualitasnya lebih rendah meski harganya lebih murah. "Bagi masyarakat level menengah atas, kenaikan harga Pertamax seharusnya tidak akan banyak berpengaruh," tuturnya.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga juga mengatakan bahwa pengaturan ulang harga Pertamax didasarkan asas keadilan, disesuaikan dengan penggunanya yang didominasi kelompok menengah atas. Dengan harga saat ini, kata dia, sama saja Pertamina telah mensubsidi pengguna Pertamax. "Ini artinya Pertamina mensubsidi mobil mewah yang memakai Pertamax," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!