Genjot Ekspor, Afrika Pasar Potensial Sawit Indonesia
Rabu, 17 Juni 2020 - 10:10 WIB
Menurut dia, pasar Afrika hanya menerima dalam bentuk partai kecil, berbeda dengan negara lainnya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk menggenjot ekspor ke Afrika.
“Jadi Afrika ini butuhnya partai kecil yang tidak mungkin bisa diberlakukan seperti pasar sebelumnya. Ini mesti menjadi catatan bagaimana kita ingin mengarah ke pasar nontradisional yang tidak mungkin diberlakukan seperti pasar lainnya,” tuturnya. (Baca juga: Takut Dirampas Israel, Dinas Keamanan Palestina Musnahkan Dokumen Rahasia)
Selain itu, Indonesia juga harus menjaga pasar utama ekspor minyak sawit seperti India, Pakistan, Bangladesh, dan China, di tengah pandemi Covid-19 dan ketidakpastian global. “Kalau bisa hambatan-hambatan ekspor diminimalkan seperti kewajiban menggunakan kapal nasional, infrastruktur pelabuhan, dan penurunan daya saing karena logistik yang mahal. Kalau bisa ditunda dulu agar tidak menjadi beban baru karena tidak mudah juga menemukan kapal nasional untuk ekspor,” ungkap Joko.
Joko menambahkan, ekspor minyak sawit Indonesia masih bisa berkontribusi positif di tengah pandemi Covid-19. Selama pandemi ini, operasional kelapa sawit berjalan normal dengan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan tidak ada kasus Covid-19 di sektor sawit.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga optimistis terhadap prospek ekspor minyak sawit dan turunannya masih akan positif di tengah pandemi Covid-19 dan tantangan global lainnya.
“Jadi Afrika ini butuhnya partai kecil yang tidak mungkin bisa diberlakukan seperti pasar sebelumnya. Ini mesti menjadi catatan bagaimana kita ingin mengarah ke pasar nontradisional yang tidak mungkin diberlakukan seperti pasar lainnya,” tuturnya. (Baca juga: Takut Dirampas Israel, Dinas Keamanan Palestina Musnahkan Dokumen Rahasia)
Selain itu, Indonesia juga harus menjaga pasar utama ekspor minyak sawit seperti India, Pakistan, Bangladesh, dan China, di tengah pandemi Covid-19 dan ketidakpastian global. “Kalau bisa hambatan-hambatan ekspor diminimalkan seperti kewajiban menggunakan kapal nasional, infrastruktur pelabuhan, dan penurunan daya saing karena logistik yang mahal. Kalau bisa ditunda dulu agar tidak menjadi beban baru karena tidak mudah juga menemukan kapal nasional untuk ekspor,” ungkap Joko.
Joko menambahkan, ekspor minyak sawit Indonesia masih bisa berkontribusi positif di tengah pandemi Covid-19. Selama pandemi ini, operasional kelapa sawit berjalan normal dengan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan tidak ada kasus Covid-19 di sektor sawit.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga optimistis terhadap prospek ekspor minyak sawit dan turunannya masih akan positif di tengah pandemi Covid-19 dan tantangan global lainnya.
Lihat Juga :