Perang Rusia Ukraina Telah Berubah Menjadi Bencana Ekonomi Bagi India

Jum'at, 25 Maret 2022 - 06:38 WIB
Karena harga saham menukik, pemerintah India berpikir untuk menunda IPO Life Insurance Corporation (LIC), penawaran mega terbesar di India, yang merupakan bagian terbesar dari program penjualan aset senilai USD10,4 miliar di negara itu yang bertujuan untuk menghentikan defisit anggaran untuk tahun keuangan yang berakhir pada 31 Maret.

Pemerintah juga menghadapi dilema kebijakan apakah akan menaikkan harga bahan bakar dalam negeri (bensin, solar, LPG), dimana bila hal itu dilakukan akan memberikan efek ganda. Bak bola salju, hal itu selanjutnya akan meningkatkan biaya transportasi dan biaya operasional untuk bisnis.

Baca Juga: Pasukan Rusia Blokir Pelabuhan, Ukraina Tak Bisa Jual Jutaan Ton Gandum dan Jagung

Di sisi lain, pemerintah dapat mengurangi pajak atau memotong bea cukai atas impor minyak untuk melindungi konsumen dan bisnis dalam negeri. Tetapi dengan demikian, pendapatannya akan turun yang mengharuskannya menyeimbangkan penurunan pendapatan dengan mengambil langkah-langkah untuk membatasi pengeluaran, termasuk langkah-langkah kebijakan yang telah diusulkan untuk merangsang pertumbuhan.

Karena kebuntuan kebijakan yang tak terhindarkan ini, pemerintah India berjuang dengan sedikit ruang untuk bermanuver dalam memastikan profitabilitas bisnis, mendapatkan pendapatan mata uang asing dan untuk mencegah permintaan domestik terpukul.

Saat ini di Asia, India telah menjadi negara yang paling terpukul, di mana inflasi telah meningkat menjadi lebih dari 13%, tingkat pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan akan turun dari 8,2% menjadi 7,8%. Ditambah ada kekhawatiran stagflasi yang sangat ditakuti dalam ekonominya, karena tekanan inflasi global dari perang ini.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!