Solar di Lampung Langka, Sopir Truk Terpaksa Beli Ketengan dengan Harga 30% Lebih Mahal

Senin, 28 Maret 2022 - 08:39 WIB
Baca juga: Sopir Truk Ngeluh Solar Susah Didapat dan Harus Antre 1,5 Jam

Untuk mencukupi kebutuhan bahan bakar untuk kendaraannya, mau tidak mau Akbar mengandalkan solar yang dijual oleh warung-warung di pinggir jalan, di mana harganya tentu lebih mahal.

"Dari Lampung ke Jakarta di kios-kios itu lah beli, lebih mahal sekitar 30% dari harga pom (SPBU)," kata Akbar. "Itu sangat merugikan, yang jelas dari uang jalan kita, karena ongkos (yang dikasih) segitu-segitu saja," sambungnya.

Dengan membengkaknya pengeluaran untuk beli solar, kini dirinya lebih selektif memilih orderan yang akan menggunakan jasanya untuk mengangkut barang. "Saya sampai nginep-nginep di sini (pasar induk) nunggu muatan yang bagus," tuturnya.

Baca juga: Penyaluran Solar Subsidi hingga Februari Melebihi Kuota 10%
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!