Shanghai Lockdown, Harga Minyak Mentah Dunia Langsung Jatuh

Senin, 28 Maret 2022 - 17:29 WIB
Innes juga mengatakan, dalam sebuah catatan kepada investor bahwa ada ekspektasi gangguan rantai pasokan bakal terus berlanjut serta terkait penurunan permintaan.

"Kita mungkin hanya berurusan dengan puncak gunung es," katanya.

Namun Kepala Ekonom di Hang Seng Bank China, Dan Wang berharap, keputusan lockdown tidak berdampak besar pada rantai pasokan.

Sebagian besar pabrik terus beroperasi seperti biasa, dan pekerja berada di satu tempat atau diberi prioritas untuk melakukan tes secara rutin, kata ekonom yang berbasis di Shanghai itu kepada BBC.

"Pinggiran kota dikendalikan dengan cukup baik dan cukup ketat. Stabilitas rantai pasokan adalah prioritas saat ini," sambungnya.

Dia menambahkan, bahwa mengingat lonjakan kasus Covid, ada harapan lebih banyak stimulus pemerintah dan suku bunga dapat diturunkan cukup signifikan dalam beberapa hari mendatang. Suku bunga yang lebih rendah membuatnya sesuatunya lebih murah bagi bisnis dan individu untuk meminjam uang.

Sementara itu, indeks saham Shanghai Composite dibuka lebih rendah pada hari Senin sebelum bangkit dari kerugian usai ditutup hanya 0,07% lebih tinggi. Hingga saat ini, pihak berwenang China telah mengunci kota berpenduduk hampir 25 juta orang untuk menghindari destabilisasi ekonomi terbesar kedua di dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!