Pembelian Minyak Rusia Bisa Jadi Keputusan Blunder buat Indonesia
Jum'at, 01 April 2022 - 22:24 WIB
“Misalnya, harus pula kita pikirkan biaya risiko (cost of risk) dari minyak Rusia tersebut. Bila pemesanan Indonesia mengalami hambatan karena perang dan adanya sanksi negara-negara NATO, tentu sisi ‘murahnya’ pun jadi persoalan. Belum lagi fakta jauhnya jarak pengiriman dari Rusia ke Indonesia, yang tentu memberikan pengaruh signifikan terhadap harga saat minyak itu tiba,” kata Fahmy, Jumat (1/4/2022).
(Baca juga:Biden Umumkan Larangan Impor Minyak Rusia)
Di sisi non ekonomi, pembelian minyak Rusia, menurut Fahmy, juga bisa membawa persoalan lain yang tak kurang akan merepotkan Indonesia. “Karena Indonesia bukan anggota NATO, barangkali kita tak akan kena sanksi. Tetapi pasti Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya akan terganggu, tidak berkenan, dan ini bisa menimbulkan gangguan dalam hubungan luar negeri kita,” kata Fahmy.
Ruwetnya persoalan itu ke depan akan lebih jelas manakala mempertimbangkan posisi Indonesia yang saat ini menjadi presidensi dalam G-20, yang di dalamnya negara-negara maju dari belahan Barat begitu dominan.
(Baca juga:Abaikan Tekanan AS, India Tetap Beli Minyak Rusia)
(Baca juga:Biden Umumkan Larangan Impor Minyak Rusia)
Di sisi non ekonomi, pembelian minyak Rusia, menurut Fahmy, juga bisa membawa persoalan lain yang tak kurang akan merepotkan Indonesia. “Karena Indonesia bukan anggota NATO, barangkali kita tak akan kena sanksi. Tetapi pasti Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya akan terganggu, tidak berkenan, dan ini bisa menimbulkan gangguan dalam hubungan luar negeri kita,” kata Fahmy.
Ruwetnya persoalan itu ke depan akan lebih jelas manakala mempertimbangkan posisi Indonesia yang saat ini menjadi presidensi dalam G-20, yang di dalamnya negara-negara maju dari belahan Barat begitu dominan.
(Baca juga:Abaikan Tekanan AS, India Tetap Beli Minyak Rusia)
Lihat Juga :