IOMKI Selamatkan 5 Juta Tenaga Kerja Selama Pandemi
Jum'at, 19 Juni 2020 - 04:00 WIB
Para pekerja konveksi membuat pesanan baju alat pelindung diri (APD) di sentra Pusat Industri Kecil Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (4/4/2020). Foto/Dok SINDOphoto/Dimas Rachmadan
JAKARTA - Selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menerbitkan 17.466 Izin Operasional Dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI). Izin itu memberikan perusahaan industri untuk berproduksi di masa kedaruratan kesehatan Covid-19.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan IOMKI ini sifatnya sukarela, tidak memaksakan industri untuk beroperasi. Sebab, setiap perusahaan industri mempunyai kemampuan berbeda dalam menjalankan bisnisnya di tengah krisis akibat pandemi.
"Melalui IOMKI ini, kita menyelamatkan hampir 5 juta tenaga kerja dari risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)," Kata Agus dalam diskusi secara virtual, Kamis (18/6/2020).
Agus menambahkan, meski perusahaan industri manufaktur bisa beroperasi saat masa PSBB, namun perusahaan tersebut harus menaati protokol kesehatan yang berlaku. Adapun, format bentuk laporannya sudah disiapkan sehingga memudahkan pelaku industri domestik. (Baca juga : Agus Gumiwang Bidik 150 Relokasi Perusahaan Jepang dan AS )
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan IOMKI ini sifatnya sukarela, tidak memaksakan industri untuk beroperasi. Sebab, setiap perusahaan industri mempunyai kemampuan berbeda dalam menjalankan bisnisnya di tengah krisis akibat pandemi.
"Melalui IOMKI ini, kita menyelamatkan hampir 5 juta tenaga kerja dari risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)," Kata Agus dalam diskusi secara virtual, Kamis (18/6/2020).
Agus menambahkan, meski perusahaan industri manufaktur bisa beroperasi saat masa PSBB, namun perusahaan tersebut harus menaati protokol kesehatan yang berlaku. Adapun, format bentuk laporannya sudah disiapkan sehingga memudahkan pelaku industri domestik. (Baca juga : Agus Gumiwang Bidik 150 Relokasi Perusahaan Jepang dan AS )
Lihat Juga :