Secret Service Menyita Aset Kripto Lebih dari Rp1.457 Triliun

Rabu, 20 April 2022 - 07:03 WIB
Kasus lain menargetkan sindikat kejahatan dunia maya Rusia yang menggunakan pertukaran aset kripto untuk mencuci dana serta operasi ransomware yang terkait dengan pelaku kejahatan asal Rusia dan Korea Utara.

“Salah satu hal tentang cryptocurrency adalah ia menggerakkan uang lebih cepat daripada format tradisional,” kata Smith yang menambahkan bahwa kecepatan transaksi itu membuatnya menarik bagi konsumen dan penjahat di Amerika.

“Apa yang ingin dilakukan penjahat adalah membuat air menjadi keruh dan berusaha menutupi aktivitas mereka. Apa yang ingin kami lakukan adalah melacaknya secepat yang kami bisa, seagresif mungkin, secara linier," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!