Nurhayati Subakat, Bos Wardah yang Pernah Jadi Apoteker Bergaji Minim

Kamis, 21 April 2022 - 14:30 WIB
Perjalanan bisnisnya dimulai pada tahun 1985 ketika ia mendirikan perusahaan bernama Pusaka Tradisi Ibu bersama suaminya, yang seorang insinyur kimia terlatih. Mereka membuat produk perawatan rambut sebelum meluncurkan lini riasan terjangkau bernama Putri pada tahun 1993.

Sebagai seorang Muslim yang taat, apoteker terlatih ini menyadari meningkatnya permintaan akan produk makeup dan perawatan kulit halal. Pada tahun 1995 merek unggulan kecantikan halalnya yaitu Wardah (yang berarti mawar dalam bahasa Arab) lahir. Nurhayati memperkenalkan produk kecantikannya itu di pesantren-pesantren dan menjualnya dari pintu ke pintu menggunakan skema pemasaran bertingkat.

Pada tahun 2011 ia berganti nama menjadi perusahaan swasta Paragon Technology & Innovation. Pada 2017 PTI memiliki 8.300 karyawan dan, menurut firma riset pasar ecommerceIQ, menguasai 30% pasar produk kecantikan di Indonesia. Hingga kini, perusahaannya telah memiliki lebih 10 ribu karyawan.

Baca Juga: Ditanya Lebih Pilih Musisi atau Pebisnis, Ini Jawaban Luna Maya

Produk kosmetik Wardah menjelma menjadi merek make up favorit banyak orang. Selain berkualitas, harganya juga terjangkau sehingga membuat banyak orang membeli produk tersebut. Di tahun 2015, Wardah telah mampu meraup omzet sekitar Rp200 miliar per bulan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!