Pesan Zelensky ke Para Menkeu Dunia: Ukraina Butuh Bantuan Rp99 Triliun/Bulan
Sabtu, 23 April 2022 - 05:12 WIB
Perdana Menteri Ukraina, Denys Shmyhal yang menghadiri konferensi secara langsung mengungkapkan, output ekonomi negara itu bisa turun sebanyak 50%, dimana kerugian langsung dan tidak langsung sejauh ini berjumlah USD560 miliar.
Angka itu lebih dari tiga kali ukuran produk domestik bruto (PDB) Ukraina, yang mencapai USD155,5 miliar pada tahun 2020, menurut Bank Dunia. "Jika kita tidak menghentikan perang ini bersama-sama, kerugian akan meningkat secara dramatis," kata Shmyhal.
Seraya ia juga menambahkan, bahwa Ukraina akan membutuhkan program rekonstruksi yang serupa dengan Rencana Marshall pasca-Perang Dunia Kedua yang membantu membangun kembali Eropa.
Sementara ituPresiden Bank Dunia, David Malpass mengatakan, kerusakan bangunan dan infrastruktur Ukraina dari invasi Rusia telah mencapai sekitar USD60 miliar dan memperingatkan bahwa angka itu akan meningkat lebih lanjut seiring perang berkepanjangan.
Di sisi lain AS memberlakukan sanksi lebih lanjut terhadap kapal-kapal Rusia, sementara Inggris menargetkan barang-barang mewah termasuk kaviar, perak dan berlian dengan larangan impor dan tarif yang lebih tinggi.
Tetapi pemerintahan Biden mendukung kehati-hatian Jerman terhadap Uni Eropa yang bertindak terlalu cepat dengan sanksi lebih lanjut terhadap energi Rusia, dengan mengatakan hal itu dapat merugikan Eropa daripada Rusia.
Angka itu lebih dari tiga kali ukuran produk domestik bruto (PDB) Ukraina, yang mencapai USD155,5 miliar pada tahun 2020, menurut Bank Dunia. "Jika kita tidak menghentikan perang ini bersama-sama, kerugian akan meningkat secara dramatis," kata Shmyhal.
Baca Juga
Seraya ia juga menambahkan, bahwa Ukraina akan membutuhkan program rekonstruksi yang serupa dengan Rencana Marshall pasca-Perang Dunia Kedua yang membantu membangun kembali Eropa.
Sementara ituPresiden Bank Dunia, David Malpass mengatakan, kerusakan bangunan dan infrastruktur Ukraina dari invasi Rusia telah mencapai sekitar USD60 miliar dan memperingatkan bahwa angka itu akan meningkat lebih lanjut seiring perang berkepanjangan.
Di sisi lain AS memberlakukan sanksi lebih lanjut terhadap kapal-kapal Rusia, sementara Inggris menargetkan barang-barang mewah termasuk kaviar, perak dan berlian dengan larangan impor dan tarif yang lebih tinggi.
Tetapi pemerintahan Biden mendukung kehati-hatian Jerman terhadap Uni Eropa yang bertindak terlalu cepat dengan sanksi lebih lanjut terhadap energi Rusia, dengan mengatakan hal itu dapat merugikan Eropa daripada Rusia.
(akr)
tulis komentar anda