Ekspor CPO Dilarang: Harga TBS Sawit Anjlok, Petani Serba Salah
Selasa, 26 April 2022 - 19:34 WIB
Rudi menjelaskan, di daerah pemilihannya mayoritas petani menggantungkan hidupnya dari kebun sawit. Para petani sawit kecil ini rata-rata memiliki kebun 2 hektare hingga 10 hektare, sementara petani kelas menengah memiliki 500 hektare hingga 1000 hektare.
"Selebihnya dikuasai perusahaan besar yang memiliki pabrik pengolahan. Ada jutaan petani sawit yang hidup hanya dari perkebunan kelapa sawit ,” ungkap Rudi.
Belum lama ini, terang dia, petani sawit di daerahnya mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Jokowi karena mulai tanggal 26 April 2022, Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) yang berada di Sumut, tidak lagi menerima/membeli buah sawit hasil panen dari kebun kami, sampai batas waktu yang belum ditentukan.
“Saya mendapat info dari masyarakat, perusahaan swasta PT RMM yang selama ini menampung sawit petani, tidak lagi membeli," papar politisi Partai NasDem ini.
Baca Juga: Serikat Petani Bongkar Kelakuan Korporasi Saat Garap Kebun Sawit di Tanah Air
"Selebihnya dikuasai perusahaan besar yang memiliki pabrik pengolahan. Ada jutaan petani sawit yang hidup hanya dari perkebunan kelapa sawit ,” ungkap Rudi.
Belum lama ini, terang dia, petani sawit di daerahnya mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Jokowi karena mulai tanggal 26 April 2022, Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) yang berada di Sumut, tidak lagi menerima/membeli buah sawit hasil panen dari kebun kami, sampai batas waktu yang belum ditentukan.
“Saya mendapat info dari masyarakat, perusahaan swasta PT RMM yang selama ini menampung sawit petani, tidak lagi membeli," papar politisi Partai NasDem ini.
Baca Juga: Serikat Petani Bongkar Kelakuan Korporasi Saat Garap Kebun Sawit di Tanah Air
Lihat Juga :