Kementan Terus Berupaya Kembangkan Sapi Galician Blonde

Sabtu, 20 Juni 2020 - 10:04 WIB
”Sapi GB cross di BET Cipelang mampu lahir secara normal meskipun bobot lahir pedet lebih besar daripada anak PO murni. Sapi GB cross tidak memiliki masalah reproduksi yang dibuktikan dengan lahirnya satu ekor sapi GB 75 persen yang dihasilkan dari metode IB terhadap sapi GB cross betina dewasa," papar Oloan.

Oloan menuturkan, BET Cipelang juga telah melakukan uji coba kemampuan pejantan sapi GB cross untuk mengawini sapi PO untuk menghasilkan GB cross 75 persen. Berdasarkan uji coba tersebut, 13 ekor sapi PO berhasil bunting.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Sugiono, menjelaskan, persilangan sapi PO dengan sapi GB ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah karkas sapi lokal dengan memperhatikan asupan pakan, daya adaptasi dan lingkungan pemeliharaan. Menurutnya, sapi GB ini terbukti dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan BET Cipelang dan memiliki performa yang bagus.

"Ke depananya, diharapkan sapi ini dapat dikembangkan di Indonesia mengikuti jejak sapi eksotik lainnya," ucap Sugiono.

Sebagai catatan, sapi GB cross jantan memiliki bobot lahir rata-rata sebesar 32kg, pertambahan bobot badan harian pada umur 1-6 bulan bisa mencapai 0.57kg per hari dan pertambahan bobot badan pada umur di atas 6 bulan 0.65kg per hari. Lalu, bobot badan rata-rata pada umur 12 bulan mencapai 270kg.

Jika dibandingkan dengan sapi PO pada umur yang sama (12 bulan), maka sapi GB cross memiliki bobot badan yang lebih besar dibandingkan dengan sapi PO. Sapi PO jantan pada umur 12 bulan memiliki bobot badan rata-rata sebesar 240kg.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!