Harta Karun Apa yang Paling Berharga di Indonesia, Batu Bara atau Nikel?

Rabu, 25 Mei 2022 - 23:01 WIB
Bukan tanpa alasan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan produksi olahan nikel tembus di angka 2,58 juta ton pada 2022. Target itu bakal ditopang lewat produksi Feronikel sebesar 1,66 juta ton, nickel pig iron 831.000 ton, dan nickel matte 82.900 ton.

Ekspektasinya, dalam lima tahun ke depan produksi nikel dalam negeri bisa terus meningkat seiring dengan melimpahnya cadangan nikel Indonesia.

Kementerian ESDM melaporkan umur cadangan bijih nikel Indonesia dapat mencapai 73 tahun untuk jenis bijih nikel kadar rendah di bawah 1,5% atau bijih nikel limonit. Asumsi umur cadangan tersebut berasal dari jumlah cadangan bijih nikel limonit mencapai 1,7 miliar ton dan kebutuhan kapasitas pengolahan di dalam negeri sebesar 24 juta ton per tahun.

Namun sayangnya, Indonesia memasuki babak baru pengelolaan sumber daya alam yang dimiliki. Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, mulai tahun 2022 hingga 2023, Indonesia akan memasuki era hilirisasi sumber daya alam.

Hal tersebut ditandai dengan penghentian ekspor nikel keluar negeri sebagai bahan mentah. Sebaliknya, nikel akan diolah terlebih dahulu di Indonesia sebelum hasilnya nanti akan di ekspor.

Padahal, dengan cadangan dan produksi melimpah, nikel menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia. Sepanjang semester I 2021, ekspor nikel tembus USD443,2 juta.

Bagaimana dengan cuan batu bara? Meskipun harga batu bara melemah pada perdagangan awal pekan ini, harganya masih di atas USD 400 per ton. Data pada Senin (23/5/2022), harga batu bara kontrak Juni di pasar ICE Newcastle (Australia) ditutup pada level USD 413,00 per ton. Hanya melemah 1,9% dibandingkan posisi penutupan akhir pekan lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!