Waspada! Indonesia Terancam Krisis Pangan dan Energi
Selasa, 31 Mei 2022 - 18:18 WIB
Perang Rusia dan Ukraina telah mengancam terjadinya krisis pangan dan energi lebih parah di seluruh penjuru dunia. FOTO/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan perang Rusia dan Ukraina telah mengancam terjadinya krisis pangan dan energi lebih parah di seluruh penjuru dunia. Meskipun tak separah Amerika Selatan hingga Afrika tapi dampak tersebut telah dirasakan di dalam negeri.
"Disrupsi supply ini harus terus kita antisipasi karena ini bukan krisis jangka pendek. Ini merupakan krisis yang cukup struktural di level global. Maka dari itu perlu risikonya perlu diantisipasi di bidang pangan dan energi dengan menggunakan strategi APBN maupun non APBN," kata Sri Mulyani, di Jakarta, Selasa (31/5/2022).
Baca Juga: Sri Mulyani Usul Anggaran Subsidi Naik Jadi Rp520 Triliun, Buat Apa?
Menurut dia krisis pangan dan energi menjadi tantangan ke depan. Maka dari itu, fokus belanja pemerintah tahun depan fokus ketahanan pangan dan energi. "Belanja ketahanan dan keamanan pangan dilanjutkan, baik untuk program di bidang pertanian seperti padi, jagung, bahkan kedelai dan tentu minyak sawit atau crude palm oil (CPO)," jelasnya.
"Disrupsi supply ini harus terus kita antisipasi karena ini bukan krisis jangka pendek. Ini merupakan krisis yang cukup struktural di level global. Maka dari itu perlu risikonya perlu diantisipasi di bidang pangan dan energi dengan menggunakan strategi APBN maupun non APBN," kata Sri Mulyani, di Jakarta, Selasa (31/5/2022).
Baca Juga: Sri Mulyani Usul Anggaran Subsidi Naik Jadi Rp520 Triliun, Buat Apa?
Menurut dia krisis pangan dan energi menjadi tantangan ke depan. Maka dari itu, fokus belanja pemerintah tahun depan fokus ketahanan pangan dan energi. "Belanja ketahanan dan keamanan pangan dilanjutkan, baik untuk program di bidang pertanian seperti padi, jagung, bahkan kedelai dan tentu minyak sawit atau crude palm oil (CPO)," jelasnya.
Lihat Juga :