Peran Hulu Migas Tetap Penting di Tengah Laju Transisi Energi

Kamis, 16 Juni 2022 - 08:41 WIB
Sekretaris SKK Migas Taslim Z Yunus pun sepakat. Menurut dia, outlook kebutuhan energi Indonesia menunjukkan bahwa masih ada ruang bagi industri migas untuk terus tumbuh. Dalam transisi energi menuju net zero emission, porsi energi fosil dalam bauran energi Indonesia pada tahun 2060 diproyeksikan masih akan sekitar 34% persen.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menyatakan, semua pihak sepakat bahwa industri hulu migas masih sangat penting. Karena itu, kata dia, tinggal lagi bagaimana mengelolanya secara bijaksana. "Indonesia harus belajar dari beberapa negara seperti Brasil, Australia, dan Kanada yang memberikan insentif kepada operator sehingga produksi migas di ketiga negara tersebut ikut meningkat. Hal ini pada gilirannya juga meningkatkan penerimaan negara dari sektor tersebut," tegasnya.

Kajian yang dilakukan Reforminer memperlihatkan bahwa dari 185 sektor industri di Indonesia, sekitar 145 sektor atau 70-80 %, memiliki keterkaitan dengan sektor hulu migas. "Index multiplier effect-nya mencapai 39. Jadi setiap investasi migas memberikan dampak 3,9 kali dalam perekonomian kita," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!