Tahun Ini, Penerimaan Pajak Diproyeksi Minus 9,2%

Rabu, 24 Juni 2020 - 21:31 WIB
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu. Foto/Istimewa
JAKARTA - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu memproyeksikan penerimaan pajak tahun ini akan minus 9,2% dibanding realisasi tahun 2019. Kontraksi penerimaan pajak karena ekonomi masih tertekan akibat pandemi Covid-19.

Febrio bahkan mengatakan kontraksi ini menjadi yang terdalam dalam sepanjang sejarah penerimaan pajak Indonesia. "Angka yang kami gunakan adalah outlook 2020 minus 9,2%. Memang belum pernah kita mengalami tekanan sedalam ini untuk penerimaan perpajakan," ujarnya di Jakarta, Rabu (24/6/2020).



Febrio mengungkapkan penerimaan perpajakan Indonesia dalam lima tahun terakhir rata-rata mampu tumbuh di kisaran 6,2%. Namun akibat Covid-19, kajian BKF menilai penerimaan pajak tahun ini diproyeksi terkontraksi lebih dalam, bahkan dibanding yang tertuang dalam Perpres 54/2020 sebesar minus 5,4%.

Tekanan ekonomi akibat pandemi ini ditambah dengan harga komoditas yang masih cenderung rendah. Karena itu, kata dia, pemerintah tidak bisa langsung menggenjot pertumbuhan penerimaan perpajakan meski perekonomian mulai pulih. Baca: Sri Mulyani Akan Telusuri Harta WNI di Luar Negeri Demi Dongkrak Penerimaan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!