Perusahaan Riset Ini Prediksi Rupiah Bisa Jatuh ke Rp16.200 per USD
Selasa, 28 Juni 2022 - 17:33 WIB
Suku bunga The Fed terus merangkak naik, yang diawali pada bulan Maret 2022 sebesar 25 bps, lalu mengalami kenaikan lagi pada bulan Mei 2022 sebesar 50 bps, hingga kemudian mencapai 75 bps pada Juni 2022 terus memicu penguatan USD.
Baca Juga: Putin: AS Miliki 200 Amunisi Taktis Nuklir di 6 Negara NATO
Hal ini berdampak negatif terhadap rupiah yang hingga Senin (27/6) melemah ke posisi Rp14.812 per USD. Gema mengatakan, USD akan terus menguat dan rupiah melemah dengan target Rp16.200 per USD.
Terkait analisis pelemahan rupiah dari Astronacci, Gema memberikan prediksi terbarunya yakni USD/IDR yang memiliki potensi untuk menguji kembali area support dan membentuk secondary reaction. Secara indikator, momentum yang mengarah ke bawah pada area jenuh beli (overbought) menurutnya mengindikasikan bahwa USD berpotensi untuk melemah ke area support Rp14.710 sebelum kembali menguat untuk mengisi area gap pada area Rp16.200.
Terkait prediksi tersebut, Gema menyarankan beberapa hal bagi para pelaku pasar. Pertama, mulai menabung USD. Kedua, mencari saham emiten yang diuntungkan dengan pelemahan rupiah. Ketiga, menghindari saham-saham emiten yang dirugikan dengan pelemahan rupiah.
Baca Juga: Putin: AS Miliki 200 Amunisi Taktis Nuklir di 6 Negara NATO
Hal ini berdampak negatif terhadap rupiah yang hingga Senin (27/6) melemah ke posisi Rp14.812 per USD. Gema mengatakan, USD akan terus menguat dan rupiah melemah dengan target Rp16.200 per USD.
Terkait analisis pelemahan rupiah dari Astronacci, Gema memberikan prediksi terbarunya yakni USD/IDR yang memiliki potensi untuk menguji kembali area support dan membentuk secondary reaction. Secara indikator, momentum yang mengarah ke bawah pada area jenuh beli (overbought) menurutnya mengindikasikan bahwa USD berpotensi untuk melemah ke area support Rp14.710 sebelum kembali menguat untuk mengisi area gap pada area Rp16.200.
Terkait prediksi tersebut, Gema menyarankan beberapa hal bagi para pelaku pasar. Pertama, mulai menabung USD. Kedua, mencari saham emiten yang diuntungkan dengan pelemahan rupiah. Ketiga, menghindari saham-saham emiten yang dirugikan dengan pelemahan rupiah.
(fai)
Lihat Juga :