Soal Pelabelan BPA di Galon, Pengusaha Diminta Harus Dilibatkan
Rabu, 29 Juni 2022 - 14:29 WIB
Sementara itu, Ketua Dokter Indonesia Bersatu (DIB) Eva Sridiana Chaniago mengatakan, air minum mineral saat ini sudah menjadi konsumsi publik. Bahkan telah bertahun-tahun masyarakat mengkonsumsi air minum kemasan, dan sejauh ini belum pernah terdengar ada keluhan kesehatan yang diakibatkannya.
Baca Juga: KPPU Telusuri Perubahan Aturan BPOM Soal Galon Isi Ulang
Eva menambahkan, BPOM seharusnya juga membuat penelitian yang komprehensif dan tidak berdasarkan asumsi atau menggunakan penelitian di luar negeri yang umumnya mengambil sampel botol bayi dan makanan kaleng, untuk dijadikan landasan pengemabilan kebijakan pada galon guna ulang karena masing-masing produk punya karakter sendiri.
"Harus ada penelitian yang detail, misal kapan waktunya, sampelnya dimana, umur berapa, berapa lama melakukan penelitian, dan apakah benar bahwa para pasien kanker itu karena BPA. Kalau tidak seperti itu, namanya asumsi," kata Eva saat dihubungi wartawan.
Baca Juga: KPPU Telusuri Perubahan Aturan BPOM Soal Galon Isi Ulang
Eva menambahkan, BPOM seharusnya juga membuat penelitian yang komprehensif dan tidak berdasarkan asumsi atau menggunakan penelitian di luar negeri yang umumnya mengambil sampel botol bayi dan makanan kaleng, untuk dijadikan landasan pengemabilan kebijakan pada galon guna ulang karena masing-masing produk punya karakter sendiri.
"Harus ada penelitian yang detail, misal kapan waktunya, sampelnya dimana, umur berapa, berapa lama melakukan penelitian, dan apakah benar bahwa para pasien kanker itu karena BPA. Kalau tidak seperti itu, namanya asumsi," kata Eva saat dihubungi wartawan.
(akr)
Lihat Juga :