SKK Migas Ungkap Penyebab Produksi dan Lifting Migas Belum Capai Target

Jum'at, 15 Juli 2022 - 17:30 WIB
Produksi dan lifting migas belum mencapai target. Foto/Dok
JAKARTA - Realisasi produksi dan lifting hulu migas masih rendah dibandingkan target APBN . Musababnya, ada unplanned shutdown dan mundurnya penyelesaian proyek strategis nasional (PSN) hulu migas.

Baca juga: Sedotan Migas Makin Kering, Pengusaha: Indonesia Tak Lagi Menarik



Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menyebut, PSN berupa Jambaran Tiung Biru dan Tangguh Train 3 telah dimasukkan dalam perhitungan pada penyusunan target lifting di APBN 2022.

Meski begitu, program pengeboran sumur pengembangan yang masif dilakukan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), telah mampu menunjukkan hasil positif dengan mampu menaha laju penurunan produksi dan saat ini pada fase produksi yang meningkat.

“Kami juga terus berupaya dapat menyelesaikan proyek hulu migas nasional, termasuk proyek strategis nasional sektor hulu migas," ungkap Dwi dalam konferensi pers, Jumat (15/7/2022).

Hingga semester I-2022 sebanyak enam proyek hulu migas sudah bisa diselesaikan dari target 12 proyek di tahun ini. Untuk proyek strategis nasional hulu migas yang akan onstream pada 2022 adalah Jambaran Tiung Biru (JTB).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!