Harga Minyak Mentah Jatuh Jelang Pertemuan Fed Pekan Ini
Senin, 25 Juli 2022 - 10:15 WIB
"Harga kemungkinan akan tetap bearish di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga akan memangkas permintaan bahan bakar global," kata kepala analis di Fujitomi Securities Co Ltd Kazuhiko Saito, dilansir Reuters, Senin (25/7/2022).
Dari sisi persediaan, pasar mencermati kabar dari National Oil Corporation (NOC) Libya, yang melaporkan adanya penambahan produksi 1,2 juta barel per hari (bph) dalam dua minggu terakhir.
Baca juga: Kisah Penemu Harta Karun di Riau, Upaya Amerika Cicipi Minyak di Indonesia Kerap Dihalangi Belanda (Bagian 1)
Sementara itu, Uni Eropa pada pekan lalu menyatakan akan mengizinkan perusahaan milik Rusia untuk mengirim minyak ke negara-negara berkembang, di luar dari sanksi yang disepakati oleh anggota mereka pada pekan lalu yang bertujuan membatasi risiko keamanan energi global.
Namun pada hari Jumat (22/7), Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina menegaskan Rusia tidak akan memasok minyak ke negara-negara yang masih mengenakan batasan harga terhadap Kremlin.
Dari sisi persediaan, pasar mencermati kabar dari National Oil Corporation (NOC) Libya, yang melaporkan adanya penambahan produksi 1,2 juta barel per hari (bph) dalam dua minggu terakhir.
Baca juga: Kisah Penemu Harta Karun di Riau, Upaya Amerika Cicipi Minyak di Indonesia Kerap Dihalangi Belanda (Bagian 1)
Sementara itu, Uni Eropa pada pekan lalu menyatakan akan mengizinkan perusahaan milik Rusia untuk mengirim minyak ke negara-negara berkembang, di luar dari sanksi yang disepakati oleh anggota mereka pada pekan lalu yang bertujuan membatasi risiko keamanan energi global.
Namun pada hari Jumat (22/7), Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina menegaskan Rusia tidak akan memasok minyak ke negara-negara yang masih mengenakan batasan harga terhadap Kremlin.
(ind)
Lihat Juga :