Kisah Penemu Harta Karun di Riau, Upaya Amerika Cicipi Minyak di Indonesia Kerap Dihalangi Belanda (Bagian 1)
Sabtu, 23 Juli 2022 - 11:00 WIB
loading...
Richard Hopper (kanan) sang penemu harta karun di Riau. Foto/dok.CPI
A
A
A
JAKARTA - Nama Richard Hutchinson Hopper barangkali awam bagi kebanyakan orang Indonesia saat ini. Padahal sejarah mencatat geolog asal Amerika Serikat ini adalah sosok penting yang mengungkap " harta karun " bernilai triliunan di perut bumi Riau .
Baca juga: Harta Karun Migas RI Terancam Habis Tak Sampai 20 Tahun Lagi, Ini Buktinya!
Ya, Hopper tak lain penemu lapangan minyak bumi Minas. Eksplorasi harta karun terpendam itu mula-mula dilakukan Nederlands Pacific Petroleum Maatschappij (NPPM) pada 1930 yang kemudian berevolusi menjadi CPPM (Caltex Pacific Petroleum Maatschapij), lalu CPOC (Caltex Pacific Oil Company), Caltex Pacific Indonesia hingga terakhir Chevron Pacific Indonesia sebelum kini diambil alih pemerintah di bawah bendera Pertamina Hulu Rokan.
Kisah penemuan "emas hitam" itu bermula saat Standard Oil of California (Socal) mencoba peruntungan menggali minyak di Hindia Belanda pada 8 Maret 1924. Setelah menempuh perjalanan 35 hari dari San Fransisco, tim geolog Socal berlabuh di Batavia (sekarang Jakarta).
Hindia Belanda merupakan tujuan pertama Socal mencari minyak di luar belahan bumi bagian barat. Misi utama tim ini menguji cekungan sedimen Hindia Belanda dan berusaha mendapatkan hak eksplorasi di wilayah yang menjanjikan minyak.
Tim Socal dipimpin alumni University of California, Emerson McMilin Butterworth. Dia dibantu oleh Richard Nelson, Milo Orr dan Earl Wall. Nelson disebut pernah datang ke Pekanbaru pada Juni 1924.
Baca juga: Harta Karun Migas RI Terancam Habis Tak Sampai 20 Tahun Lagi, Ini Buktinya!
Ya, Hopper tak lain penemu lapangan minyak bumi Minas. Eksplorasi harta karun terpendam itu mula-mula dilakukan Nederlands Pacific Petroleum Maatschappij (NPPM) pada 1930 yang kemudian berevolusi menjadi CPPM (Caltex Pacific Petroleum Maatschapij), lalu CPOC (Caltex Pacific Oil Company), Caltex Pacific Indonesia hingga terakhir Chevron Pacific Indonesia sebelum kini diambil alih pemerintah di bawah bendera Pertamina Hulu Rokan.
Kisah penemuan "emas hitam" itu bermula saat Standard Oil of California (Socal) mencoba peruntungan menggali minyak di Hindia Belanda pada 8 Maret 1924. Setelah menempuh perjalanan 35 hari dari San Fransisco, tim geolog Socal berlabuh di Batavia (sekarang Jakarta).
Hindia Belanda merupakan tujuan pertama Socal mencari minyak di luar belahan bumi bagian barat. Misi utama tim ini menguji cekungan sedimen Hindia Belanda dan berusaha mendapatkan hak eksplorasi di wilayah yang menjanjikan minyak.
Tim Socal dipimpin alumni University of California, Emerson McMilin Butterworth. Dia dibantu oleh Richard Nelson, Milo Orr dan Earl Wall. Nelson disebut pernah datang ke Pekanbaru pada Juni 1924.
Lihat Juga :