Harga TBS Naik Turun, Ada Perbedaan Antara Petani Sawit Plasma dan Swadaya

Selasa, 09 Agustus 2022 - 11:39 WIB
Sekretaris Jendral Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), mengungkapkan, saat ini harga sawit belum stabil pasca dicabutnya larangan ekspor CPO (Crude Palm Oil) oleh pemerintah. Foto/Dok
JAKARTA - Sekretaris Jendral Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Mansuetus Darto mengungkapkan, saat ini harga sawit belum stabil pasca dicabutnya larangan ekspor CPO (Crude Palm Oil) oleh pemerintah. Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di level petani plasma , rata-rata tertinggi berkisar Rp2.150/ kg dan terendah Rp1.600/kg.

"Walaupun terjadi perbedaan harga antara petani plasma dan swadaya dengan selisih harga 20%, namun kita berharap harga sawit akan kembali bagus sehinga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani sawit dan keluarga," ujar Darto kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (9/8/2022).



Baca Juga: Memerdekakan Petani Sawit

Maka dari itu ia menghimbau kepada para petani agar terus merawat kebun untuk meningkatkan produksi hasil perkebunan dan mendorong agar pemerintah daerah dapat memfasilitasi pembangunan kelembagaan petani sawit swadaya sehingga para petani dapat bermitra dengan pabrik dalam penyediaan bahan baku.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!