Didanai APBN, Vaksin Indovac Awalnya Gratis Setelah Itu Dijual Rp100.000 Per Dosis
Senin, 22 Agustus 2022 - 15:31 WIB
Meski begitu, vaksin akan kembali dijual pemerintah bila status pandemi sudah dicabut pemerintah. Honesti menyebut, jika tidak dibiayai APBN, maka vaksin Indovac seperti vaksin flu lainnya yang berbayar.
"Kalau tahun depan enggak ada lagi, pandemi ini cabut, masuk ke endemi ya kayak vaksin flu aja, jadinya berbayar. Tapi sekarang masih fokuskan program pemerintah," kata dia.
Di lain sisi, penggunaan vaksin Indovac diperuntukkan untuk booster atau vaksinasi ketiga pada orang dewasa. "Selain itu, booster anak, dan primary untuk anak. Dan itu gratis, pemerintah yang bayar. Jadi APBN (yang bayar), masyarakat menikmati," kata Honesti.
Baca juga: Cacar Monyet Masuk Jakarta, Warga Diminta Tak Panik Gunakan Transportasi Publik
Saat ini uji klinis vaksin masuk pada tahap III. Proses ini ditargetkan selesai pada Juli 2022 dan selanjutnya akan menerima emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Kalau tahun depan enggak ada lagi, pandemi ini cabut, masuk ke endemi ya kayak vaksin flu aja, jadinya berbayar. Tapi sekarang masih fokuskan program pemerintah," kata dia.
Di lain sisi, penggunaan vaksin Indovac diperuntukkan untuk booster atau vaksinasi ketiga pada orang dewasa. "Selain itu, booster anak, dan primary untuk anak. Dan itu gratis, pemerintah yang bayar. Jadi APBN (yang bayar), masyarakat menikmati," kata Honesti.
Baca juga: Cacar Monyet Masuk Jakarta, Warga Diminta Tak Panik Gunakan Transportasi Publik
Saat ini uji klinis vaksin masuk pada tahap III. Proses ini ditargetkan selesai pada Juli 2022 dan selanjutnya akan menerima emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
(uka)
Lihat Juga :