Cuap Berbuah Cuan

Rabu, 01 Juli 2020 - 06:25 WIB
Lelaki kelahiran 1954 ini mengaku awalnya tidak memiliki keinginan untuk menjadi pembicara ataupun motivator. Andrie muda awalnya nekat “angkat koper” dari kampung halamannya di Malang ke Jakarta untuk mencari peruntungan. Kemiskinan dan putus sekolah dijadikan sebuah energi untuk mengejar kesuksesan. Meski demikian, dia bercita-cita jadi bintang film dan pengusaha. Keduanya kini sudah tercapai lewat kerja keras yang dilakukannya. (Baca juga: DPR Minta BPK Awasi Penggunaan Dana Covid-19)

Dia masih mengingat perjuangan berwirausaha dengan modal yang minim. Perlahan bisa menggunakan sepeda motor dan akhirnya sukses. Pada saat krisis moneter 1997-1998, Andrie justru kebanjiran rezeki dengan diundang jadi pembicara di perusahaan-perusahaan. “Mungkin awalnya iseng-iseng atau sudah waktunya, di situ saya (awal) jadi motivator dan pembicara. Sharing apa yang sudah saya jalani. Bagaimana bisa sukses, kepercayaan diri, ulet, komunikasi, dan sebagainya,” tuturnya.

Dia mengakui di Amerika muncul fenomena orang ingin mendapatkan kehidupan yang lebih bagus. Namun, orang-orang yang dimunculkan sebagai pembicara belum tentu sudah berpengalaman, tapi memiliki kepandaian.

Andrie mengungkapkan, saat ini bayarannya untuk mengisi acara berdurasi dua jam mencapai Rp75 juta. Dia mengklaim ada perbedaan kualitas yang jauh antara pembicara yang dicetak dengan yang alami. “Saya pribadi berangkat bukan mencari makan, tapi ada proses sampai jadi profesional,” katanya.

Sementara itu, entrepreneur, influencer, sekaligus educator Merry Riana menilai, tarif atau honor seorang pembicara atau motivator kelas dunia yang terbilang besar atau mahal merupakan hal wajar karena apa yang dibagikan kepada publik berdasarkan pada pengalaman. (Lihat videonya: Lima rumah Warga Terseret Longsor di Palopo)

Untuk menjadi seorang motivator atau pembicara profesional, menurut Merry, bukan hanya karena kemampuan berkomunikasi saja, tetapi yang terpenting adakah kredibilitasnya.

“Apakah dia mengerjakan apa yang diucapkan? Contohnya, Jack Ma (pendiri Alibaba) bukan sosok jago berkomunikasi, tapi karena punya pengalaman dan track record yang bagus, ketika dia berbicara pun akan membuat orang terinspirasi,” ujarnya. (Muh Shamil/F W Bahtiar/Faorick Pakpahan)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!