Transformasi Bisnis Jadi Keharusan Bagi Produsen Baja

Kamis, 02 Juli 2020 - 14:27 WIB
Saat ini GRP memiliki pabrik dan fasilitas pendukung seluas 200 hektar lebih di Cikarang, Bekasi. Perusahaan yang mempekerjakan 5.000 lebih karyawan ini mempunyai kapasitas produksi sebesar 2,8 juta ton baja per tahun, atau sekitar 12 persen dari kapasitas produksi baja nasional. Selain untuk memenuhi pasar domestik, produksi baja PT GRP diekspor ke sejumlah negara seperti Filipina, Malaysia, dan negara lain.

(Baca Juga: Digempur Produk Impor, Baja Nasional Harus Kuasai Pasar Domestik )

Menurut Tony Taniwan, salah satu manfaat transformasi adalah perusahaan dikelola secara lebih transparan sehingga lebih mudah dalam pengawasan dan koordinasi. Sebagai contoh, PT GRP saat ini sudah menggunakan dashboard untuk memantau kinerja perusahaan di setiap bagian, baik operasional, produksi, penjualan, maupun keuangan.

“Jadi semua data terkait indikator-indikator kinerja perusahaan tersedia secara real-time, sehingga manajeman selalu mendapatkan informasi terbaru jika perlu mengambil keputusan di rapat kerja mingguan,” jelas Tony Taniwan.

Tony mengakui bahwa transformasi bisnis tidak selalu mendapat dukungan penuh dari semua stakeholder perusahaan. Yang resisten terhadap perubahan ini pasti ada saja. Namun ia percaya melalui diskusi yang konstruktif pada akhirnya semua pihak akan mendukung sebab transformasi bisnis adalah keniscayaan jika perusahaan ingin lebih maju lagi ke depan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!