Tanpa Gas Rusia, Eropa Bisa Kehilangan Kontribusi Rp1.209 Triliun dari Industri Baja

Minggu, 25 September 2022 - 05:04 WIB
"Kami memiliki rencana sementara untuk mengatasi beberapa periode tertentu, tetapi ini tidak dapat bertahan selama bertahun-tahun," kata Chief Aperam Eropa, Bernard Hallemans kepada Reuters.

Baca Juga: Jantung Industri Eropa Terancam Eksodus Pabrik Imbas Krisis Gas

"Jika ini (terjadi), kita akan melihat deindustrialisasi sektor-sektor seperti kami dan Eropa juga akan bergantung pada impor untuk logam dasar yang kami hasilkan," jelasnya.

Pemeliharaan rutin di musim panas, biasanya akan membatasi produksi sekitar 80% dari kapasitas. Tetapi Hallemans mengatakan angka tersebut menjadi sekitar 50% sejak akhir Juni, setelah Rusia secara tajam memotong pasokan gas ke Eropa, lalu membuat harga energi yang sudah meningkat ke rekor baru.

Impor ke Eropa, sebagian besar berasal dari Asia di mana harga energi jauh lebih rendah tetapi jejak karbon lebih tinggi, mengalami peningkatan dari 20-25% pada tahun 2020 dan 2021 menjadi 40% tahun ini. Lalu terus memuncak pada level sekitar 50% dalam beberapa minggu terakhir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!