Miris! Cadangan Gas Alam Melimpah, tapi Impor LPG Capai Rp80 Triliun
Selasa, 11 Oktober 2022 - 10:10 WIB
Indonesia kekurangan kilang sehingga harus mengimpor gas LPG. Foto/energycapitalpower
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi gas alam yang sangat besar dan menjanjikan untuk dikembangkan. Namun, hingga saat ini Indonesia masih bergantung pada liquefied petroleum gas (LPG) impor.
Baca juga: Surplus Daya Listrik, Kementerian ESDM: Daripada Dikeluhkan, Disyukuri Saja
Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan, kondisi itu terjadi karena kapasitas produksi kilang LPG yang dimiliki Indonesia saat ini jumlahnya terbatas. Mau tak mau, sebagian besar dari kebutuhan LPG domestik harus dipenuhi dari impor.
Menurut dia, kuota LPG Indonesia per tahunnya dipatok sebesar 8 juta metrik ton. Sementara, kapasitas produksi kilang LPG RI hanya sebesar 1,9 juta metrik ton.
Baca juga: Surplus Daya Listrik, Kementerian ESDM: Daripada Dikeluhkan, Disyukuri Saja
Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan, kondisi itu terjadi karena kapasitas produksi kilang LPG yang dimiliki Indonesia saat ini jumlahnya terbatas. Mau tak mau, sebagian besar dari kebutuhan LPG domestik harus dipenuhi dari impor.
Menurut dia, kuota LPG Indonesia per tahunnya dipatok sebesar 8 juta metrik ton. Sementara, kapasitas produksi kilang LPG RI hanya sebesar 1,9 juta metrik ton.
Lihat Juga :