Miris! Cadangan Gas Alam Melimpah, tapi Impor LPG Capai Rp80 Triliun
Selasa, 11 Oktober 2022 - 10:10 WIB
"Sekitar 76,9% itu memang kita impor LPG. Jadi kondisinya seperti itu. Ke depan kalau kita gunakan gas langsung ya berbeda dengan LPG. Kita lebih banyak kalau LNG atau gas pipa ke jargas," kata Tutuka dalam acara Energy Corner, dikutip Selasa (11/10/2022).
Presiden Jokowi pernah mengatakan, impor LPG Indonesia mencapai Rp80 triliun. Dari jumlah itu yang harus disubsidi oleh APBN Rp60 triliun hingga Rp70 triliun supaya bisa dinikmati masyarakat dengan harga murah.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, impor LPG dalam satu dekade telah menunjukkan peningkatan tiga kali lipat hingga mencapai 6,34 juta ton pada 2021. Porsi impor LPG pada 2021 telah mencapai 74% dari total kebutuhan. Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan porsi impor LPG pada 2011 yang hanya sebesar 46%.
Di sisi lain, Indonesia memiliki harta karun energi lainnya yang bisa menggantikan impor LPG, yaitu gas alam. Gas alam juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan memasak bagi konsumen rumah tangga, dengan menggunakan jaringan pipa gas.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM, pada 2021 pemanfaatan gas domestik "hanya" 66% dari realisasi salur (lifting) gas. Pada 2021, realisasi lifting gas sebesar 981,98 ribu barel setara minyak per hari atau 5.501 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Presiden Jokowi pernah mengatakan, impor LPG Indonesia mencapai Rp80 triliun. Dari jumlah itu yang harus disubsidi oleh APBN Rp60 triliun hingga Rp70 triliun supaya bisa dinikmati masyarakat dengan harga murah.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, impor LPG dalam satu dekade telah menunjukkan peningkatan tiga kali lipat hingga mencapai 6,34 juta ton pada 2021. Porsi impor LPG pada 2021 telah mencapai 74% dari total kebutuhan. Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan porsi impor LPG pada 2011 yang hanya sebesar 46%.
Di sisi lain, Indonesia memiliki harta karun energi lainnya yang bisa menggantikan impor LPG, yaitu gas alam. Gas alam juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan memasak bagi konsumen rumah tangga, dengan menggunakan jaringan pipa gas.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM, pada 2021 pemanfaatan gas domestik "hanya" 66% dari realisasi salur (lifting) gas. Pada 2021, realisasi lifting gas sebesar 981,98 ribu barel setara minyak per hari atau 5.501 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Lihat Juga :