3 Penyebab Inflasi Global Saat Ini, Nomor 2 Paling Banyak Disebut
Senin, 14 November 2022 - 13:34 WIB
Saat ini inflasi tengah melanda sejumlah negara. Turki misalnya, yang didera inflasi hingga 83,45% per September 2022. Angka itu tertinggi sejak 24 tahun terakhir. Amerika juga tak luput dari terjangan inflasi, yang sempat berada di atas 8% meski saat ini sudah turun ke 7,7%.
Di negara-negara dunia ketiga, inflasi malah lebih tinggi lagi, bisa melebihi 100%. Lebanon, Sudan, Zimbabwe, Venezuela, dan Suriah adalah negara-negara yang mengalami inflasi di atas 100%, bahkan ada yang menyentuh 200% (Lebanon).
Banyak penyebab inflasi yang terjadi di dunia, namun saat ini perang Rusia dan Ukraina menjadi paling banyak disebut sebagai penyebab inflasi. Dikutip dari berbagai sumber, berikut sebagian penyebab inflasi yang terjadi di dunia.
1. Pandemi Covid-19
Pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa tahun silam di seluruh dunia menyebabkan banyak negara melakukan penguncian (lockdown), yang berakibat pengurangan aktivitas pekerjaan produksi. Setelah pandemi mereda dan negara-negara mulai terbuka, terjadi lonjakan permintaan barang. Sayangnya, tingginya permintaan tak bisa diimbangi oleh pasokan barang karena belum normalnya produksi akibat pandemi.
2. Konflik Rusia dan Ukraina
Konflik Rusia dan Ukraina sejak februari 2022 lalu ikut menjadi penyebab terjadinya inflasi global. Perang tersebut membuat harga energi, terutama gas, yang sangat dibutuhkan untuk industri menjadi tinggi. Ditambah lagi, pasokannya yang tersendat karena sanksi ekonomi yang dijatuhkan Rusia.
Di negara-negara dunia ketiga, inflasi malah lebih tinggi lagi, bisa melebihi 100%. Lebanon, Sudan, Zimbabwe, Venezuela, dan Suriah adalah negara-negara yang mengalami inflasi di atas 100%, bahkan ada yang menyentuh 200% (Lebanon).
Banyak penyebab inflasi yang terjadi di dunia, namun saat ini perang Rusia dan Ukraina menjadi paling banyak disebut sebagai penyebab inflasi. Dikutip dari berbagai sumber, berikut sebagian penyebab inflasi yang terjadi di dunia.
1. Pandemi Covid-19
Pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa tahun silam di seluruh dunia menyebabkan banyak negara melakukan penguncian (lockdown), yang berakibat pengurangan aktivitas pekerjaan produksi. Setelah pandemi mereda dan negara-negara mulai terbuka, terjadi lonjakan permintaan barang. Sayangnya, tingginya permintaan tak bisa diimbangi oleh pasokan barang karena belum normalnya produksi akibat pandemi.
2. Konflik Rusia dan Ukraina
Konflik Rusia dan Ukraina sejak februari 2022 lalu ikut menjadi penyebab terjadinya inflasi global. Perang tersebut membuat harga energi, terutama gas, yang sangat dibutuhkan untuk industri menjadi tinggi. Ditambah lagi, pasokannya yang tersendat karena sanksi ekonomi yang dijatuhkan Rusia.
Lihat Juga :