Resesi Global Membayangi 2023, Dirut BNI: Kami Fokus Transformasi
Minggu, 18 Desember 2022 - 18:30 WIB
Sampai dengan September 2022, laba bersih BNI tumbuh 76,8% menjadi Rp 13,7 triliun. Pertumbuhan tersebut dicapai, meskipun emiten pelat merah ini menerapkan strategi fungsi intermediasi selektif.
Baca Juga: Bos BNI Ungkap Strategi Hadapi Ancaman Resesi Tahun Depan
Adapun pertumbuhan kredit mencapai 9,1% menjadi Rp 622,61 triliun dengan fokus pada segmen berisiko rendah, debitur Top Tier di setiap sektor industri prospektif, serta regional champion di masing-masing daerah.
Sementara, Rasio CASA mencapai 70,9% dari total dana pihak ketiga (DPK). Angka ini merupakan pencapaian yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir ini.
"BNI tahun lalu berhasil menambah modal sehingga membuat level modal menjadi sangat cukup kuat untuk menyerap risiko maupun ekspansi dalam menjawab berbagai peluang tahun depan," ucap dia.
Baca Juga: Bos BNI Ungkap Strategi Hadapi Ancaman Resesi Tahun Depan
Adapun pertumbuhan kredit mencapai 9,1% menjadi Rp 622,61 triliun dengan fokus pada segmen berisiko rendah, debitur Top Tier di setiap sektor industri prospektif, serta regional champion di masing-masing daerah.
Sementara, Rasio CASA mencapai 70,9% dari total dana pihak ketiga (DPK). Angka ini merupakan pencapaian yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir ini.
"BNI tahun lalu berhasil menambah modal sehingga membuat level modal menjadi sangat cukup kuat untuk menyerap risiko maupun ekspansi dalam menjawab berbagai peluang tahun depan," ucap dia.
Lihat Juga :