Serap Tenaga Kerja, Menteri Basuki Siapkan Rp10,2 Triliun untuk Padat Karya Tunai
Selasa, 14 April 2020 - 10:34 WIB
Lalu ada Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), Pembangunan Baru dan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya. Seluruh program tersebut akan berpotensi menyerap 530.796 tenaga kerja atau 26.524.525 Hari Orang Kerja (HOK) dengan prioritas pada provinsi/kabupaten/kota yang tidak termasuk dalam kategori kerentanan tinggi COVID-19.
"Pada program ini akan dibayar mingguan seperti yang biasa terjadi di perdesaan. Di desa biasanya Kamisan atau Mingguan seperti di Tegal, Pekalongan yang tenaga kerjanya dibayar setiap Kamis, ada juga yang Hari Minggu," tuturnya.
Lebih lanjut, Menteri Basuki menyampaikan Kementerian PUPR bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk mengidentifikasi tempat tinggal pekerja imigran yang pulang ke Indonesia, selanjutnya akan disiapkan Program PKT di daerah tempat tinggal mereka.
"Kita identifikasi dari mana asalnya dan kita siapkan Program Padat Karya hingga di desa. Jadi setelah isolasi mandiri bisa bekerja di Padat Karya yang sudah kita siapkan," ujar Menteri Basuki.
Adapun anggaran Program Padat Karya di antaranya digunakan untuk P3TGAI yang tersebar di 10 ribu lokasi dengan anggaran Rp 2,25 triliun. Saat ini sebanyak 761 lokasi P3TGAI sudah tahap sosialisasi dan 224 lokasi yang tersebar di 9 provinsi sudah melaksanakan kegiatan konstruksi fisik, seperti Kepulauan Riau, Lampung, Jambi, dan NTT, dengan anggaran per lokasi sebesar Rp 225 juta. Selanjutnya pembuatan ABSAH mencakup 94 lokasi yang tersebar di 10 Balai Wilayah Sungai dengan biaya Rp 0,038 triliun.
"Pada program ini akan dibayar mingguan seperti yang biasa terjadi di perdesaan. Di desa biasanya Kamisan atau Mingguan seperti di Tegal, Pekalongan yang tenaga kerjanya dibayar setiap Kamis, ada juga yang Hari Minggu," tuturnya.
Lebih lanjut, Menteri Basuki menyampaikan Kementerian PUPR bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk mengidentifikasi tempat tinggal pekerja imigran yang pulang ke Indonesia, selanjutnya akan disiapkan Program PKT di daerah tempat tinggal mereka.
"Kita identifikasi dari mana asalnya dan kita siapkan Program Padat Karya hingga di desa. Jadi setelah isolasi mandiri bisa bekerja di Padat Karya yang sudah kita siapkan," ujar Menteri Basuki.
Adapun anggaran Program Padat Karya di antaranya digunakan untuk P3TGAI yang tersebar di 10 ribu lokasi dengan anggaran Rp 2,25 triliun. Saat ini sebanyak 761 lokasi P3TGAI sudah tahap sosialisasi dan 224 lokasi yang tersebar di 9 provinsi sudah melaksanakan kegiatan konstruksi fisik, seperti Kepulauan Riau, Lampung, Jambi, dan NTT, dengan anggaran per lokasi sebesar Rp 225 juta. Selanjutnya pembuatan ABSAH mencakup 94 lokasi yang tersebar di 10 Balai Wilayah Sungai dengan biaya Rp 0,038 triliun.
Lihat Juga :