Sentil Utang RI, Stafsus Sri Mulyani Sebut Said Didu Terperangkap Masa Lalu
Rabu, 25 Januari 2023 - 18:03 WIB
loading...
Mantan Staf Khusus Menteri ESDM, Muhammad Said Didu mengkritisi soal utang RI dan pengelolaannya yang langsung dibalas oleh Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Mantan Staf Khusus Menteri ESDM, Muhammad Said Didu mengkritisi soal utang RI dan pengelolaannya. Melalui cuitannya di akun Twitter @msaid_didu. Said mengatakan bahwa 47% pendapatan negara sudah digunakan untuk membayar utang di tahun 2020.
"Nih datanya wahai orang yang selalu mendidik rakyat jadi bodoh dan jadi penjilat. Ini hasil audit BPK bahwa di tahun 2020 saja sudah sekitar 47% pendapatan digunakan untuk bayar utang," ucap Said pada Selasa (24/1).
Baca Juga: Ekonom Sebut Pemerintahan Akan Datang Bisa Diwarisi Utang Belasan Triliun
Cuitan Said tersebut kemudian dibalas oleh Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo di akun Twitter resminya @prastow. Bahkan, Yustinus pun menyebut bahwa Said masih terperangkap di masa lalu.
"Pak Didu yang terperangkap masa lalu, saya beri kabar baik terkait DSR kita tahun 2022 sudah di angka 34,47% alias di bawah threshold IMF maupun IDR," ujar Yustinus pada Rabu (25/1/2023).
"Nih datanya wahai orang yang selalu mendidik rakyat jadi bodoh dan jadi penjilat. Ini hasil audit BPK bahwa di tahun 2020 saja sudah sekitar 47% pendapatan digunakan untuk bayar utang," ucap Said pada Selasa (24/1).
Baca Juga: Ekonom Sebut Pemerintahan Akan Datang Bisa Diwarisi Utang Belasan Triliun
Cuitan Said tersebut kemudian dibalas oleh Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo di akun Twitter resminya @prastow. Bahkan, Yustinus pun menyebut bahwa Said masih terperangkap di masa lalu.
"Pak Didu yang terperangkap masa lalu, saya beri kabar baik terkait DSR kita tahun 2022 sudah di angka 34,47% alias di bawah threshold IMF maupun IDR," ujar Yustinus pada Rabu (25/1/2023).
Lihat Juga :