Minyak Sawit RI Dilarang Masuk Eropa, Gapki: Masih Banyak Pasar Lain

Kamis, 26 Januari 2023 - 09:05 WIB
loading...
Minyak Sawit RI Dilarang...
Gapki menanggapi aturan Uni Eropa yang melarang minyak sawit dari Indonesia. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menanggapi aturan Uni Eropa dalam Undang-undang Produk Bebas Deforestasi yang melarang masuknya minyak sawit Indonesia . Ketua Umum Gapki Joko Supriyono tidak cemas karena pasar sawit akan terus tumbuh karena banyak industri membutuhkan minyak sawit.

“Pasar sawit itu akan tetap tumbuh karena ini basicnya untuk makan, energi, industri. Jadi Indonesia tidak ketakutan kehilangan Eropa karena pasar yang lain akan terus tumbuh dengan baik," ujar Joko Supriyono kepada awak media usai konferensi pers, di Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Baca Juga: Sawit Berkontribusi Besar dalam Pengendalian Perubahan Iklim

Menurut Joko, Indonesia seharusnya fokus untuk memperjuangkan masuknya sawit dalam perdagangan global karena kuota impor sawit dari negara-negara lain mengalami tren peningkatan. Dia menyebut ada 10 negara tujuan ekspor minyak sawit Indonesia yakni China, India, Amerika Serikat (AS), Pakistan, Malaysia, Belanda, Bangladesh, Mesir, Rusia dan Italia. Bahkan, kebutuhan AS kini meningkat sangat tajam. "AS sudah 2 juta lebih, padahal dulu cuma 400.000-an," jelas Joko.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (Gimni) Sahat Sinaga juga menekankan hal serupa. Ia mengatakan bahwa Indonesia tidak akan kehilangan pasar untuk sawit. Menurut dia, hal itu karena minyak sawit Indonesia tidak bisa ditiru oleh minyak yang lain. "Biarin saja. Palm oil punya spefikasi tertentu yang tidak bisa ditiru minyak lain. Cokelat saja itu cuma pake minyak sawit dia tidak bisa kerek market share 65 persen ditargetkan di dalam negeri harus diusahakan," cetusnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
Produktivitas Kebun...
Produktivitas Kebun Sawit Sitaan Negara Menurun, Muncul Desakan Audit Total
Hadapi Ancaman El Nino...
Hadapi Ancaman El Nino 2026, Pekebun Sawit Wajo Dilatih Strategi Adaptasi Cuaca Ekstrem
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Didukung BPDP dan Ditjenbun,...
Didukung BPDP dan Ditjenbun, AKPY Percepat Transfer Teknologi ke Pekebun Sawit Morowali
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Rekomendasi
Pengamat Respons Pernyataan...
Pengamat Respons Pernyataan Hotman Paris: Penetapan Tersangka Tak Perlu Izin ke Presiden
DPR Minta KPK Transparan...
DPR Minta KPK Transparan Usut Kasus Dugaan Gratifikasi Menhut
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Berita Terkini
Jaga Distribusi BBM...
Jaga Distribusi BBM di Aceh, Pertamina Patra Niaga Perkuat Operasional Terminal
LPEU MUI Luncurkan Perumahan...
LPEU MUI Luncurkan Perumahan Merah Putih di Bogor, Terapkan Konsep Syariah Bebas Riba
PHK Masih Terus Berlanjut,...
PHK Masih Terus Berlanjut, 30.000-an Karyawan Jadi Korban
Dana Pensiun PNS Malaysia...
Dana Pensiun PNS Malaysia Jadi Korban eFishery, Kerugian Capai Rp855 Miliar
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan Rp2,61 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
Infografis
Obama dan 500 Orang...
Obama dan 500 Orang AS Lainnya Dilarang Masuk Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved