alexametrics

Ekonomi Jepang Kuartal I Direvisi Naik Tajam

loading...
Ekonomi Jepang Kuartal I Direvisi Naik Tajam
Ekonomi Jepang kuartal I direvisi naik tajam. Foto: Ilustrasi
A+ A-
TOKYO - Pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) Jepang direvisi naik tajam pada kuartal I tahun ini menjadi 3,9% dibanding proyeksi dan kuartal sebelumnya.

PDB Jepang sebelumnya diproyeksi naik 2,4%. Sedangkan kuartal IV tahun ini tercatat sebesar 1,5%. Secara kuartalan, ekonomi Jepang tumbuh 1%, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya sebesar 0,6%, dan naik dari tiga bulan sebelumnya sebesar 0,4%.

Revisi ini mencerminkan meningkatnya belanja modal, yang naik 2,7% pada kuartal I, jauh lebih tinggi dari perkiraan awal sebesar 0,4%.



"Secara keseluruhan, laporan GDP cukup solid. Anda melihat kekuatan dalam belanja modal, konsumsi swasta dan investasi perumahan sebagai tanda-tanda positif bahwa pemulihan berada di jalurnya," kata ekonom HSBC di Jepang Izumi Devalier seperti dilansir dari CNBC, Senin (8/6/2015).

Sentimen positif datang dari komentar juru bicara pemerintah Yasuhisa Kawamura pada akhir di sela-sela pertemuan puncak Kelompok Tujuh (G7) pekan lalu. Dia mengatakan bahwa ekonomi telah kembali ke orbit pertumbuhan.

Data lain pada Senin menunjukkan neraca transaksi berjalan pada April sebesar 1,3 triliun yen atau setara 10,55 miliar, selama 10 bulan berturut-turut mengalami surplus tetapi lebih rendah dari perkiraan Reuters sebesar 1,7 triliun yen.

Nilai tukar yang melemah telah meningkatkan pendapatan investasi luar negeri, di mana yen menyentuh level terendah lebih dari 12 tahun terhadap USD pada pekan lalu.

Kendati demikian, data kepercayaan konsumen dan pesanan mesin pada akhir pekan ini akan memberikan data jelas mengenai ekonomi. Menurut Reuters, pesanan mesin diperkirakan telah turun 2% pada bulan April, menyusul kenaikan 2,9% pada bulan Maret.

Ekonom Jepang di Capital Economics Marcel Thieliant memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Jepang akan melambat pada kuartal II.

Menurut dia, indikator ekonomi April, seperti pengeluaran rumah tangga khususnya menunjukkan bahwa permintaan konsumen tetap goyah. Pengeluaran rumah tangga turun 4,6% pada April dari tahun lalu, penurunan tahunan tercepat sejak Maret 2011,
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak