Sadar Pekerja Asing Jadi Ancaman, Kemnaker Lakukan Langkah Ini
Selasa, 07 Februari 2023 - 12:30 WIB
loading...
Banyaknya pekerja China masuk Indonesia menciptakan persaingan pasar kerja yang ketat. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker ) menyadari bahwa persaingan kerja di Indonesia semakin sengit. Bukan hanya persaingan sesama pekerja lokal, tapi juga persaingan kerja dengan tenaga kerja asing ( TKA ).
Baca juga: Bentrok TKA Kembali Terjadi, Ini Jurus Sakti Kemnaker Mengatasinya
Menyadari situasi itu, Kemenaker melakukan berbagai upaya. Salah satunya mengadakan pelatihan berbasis kompetensi kepada para tenaga kerja lokal.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan agar pekerja lokal mampu memenangi persaingan dengan tenaga kerja asing, perlu pembekalan keahlian dan keterampilan yang cukup kepada tenaga kerja usia produktif. Tujuannya agar mereka mampu menghadapi persaingan global di pasar kerja.
"Kita tak mungkin menutup pintu Indonesia untuk tak menerima tenaga kerja orang-orang di luar Indonesia karena di saat bersamaan, kita pun membanjiri pasar-pasar tenaga kerja di luar negeri. Hanya orang mampu dengan bekal cukup kompetisi dan memiliki keterampilan khusus, yang akan memenangkan persaingan tersebut," ujar Anwar Sanusi dikutip Selasa (7/2/2023).
Sanusi berpendapat, menghadapi bonus demografi mendatang, perlu memberikan keahlian dan keterampilan kepada tenaga kerja usia produktif yang memiliki energi besar agar mampu menghadapi tantangan dan kompetisi di pasar kerja.
"Kalau tak dibekali keahilan dan keterampilan yang cukup untuk berkompetisi, maka kehilangan kesempatan untuk memenangkan pertarungan di pasar kerja," sambungnya.
Baca juga: Bentrok TKA Kembali Terjadi, Ini Jurus Sakti Kemnaker Mengatasinya
Menyadari situasi itu, Kemenaker melakukan berbagai upaya. Salah satunya mengadakan pelatihan berbasis kompetensi kepada para tenaga kerja lokal.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan agar pekerja lokal mampu memenangi persaingan dengan tenaga kerja asing, perlu pembekalan keahlian dan keterampilan yang cukup kepada tenaga kerja usia produktif. Tujuannya agar mereka mampu menghadapi persaingan global di pasar kerja.
"Kita tak mungkin menutup pintu Indonesia untuk tak menerima tenaga kerja orang-orang di luar Indonesia karena di saat bersamaan, kita pun membanjiri pasar-pasar tenaga kerja di luar negeri. Hanya orang mampu dengan bekal cukup kompetisi dan memiliki keterampilan khusus, yang akan memenangkan persaingan tersebut," ujar Anwar Sanusi dikutip Selasa (7/2/2023).
Sanusi berpendapat, menghadapi bonus demografi mendatang, perlu memberikan keahlian dan keterampilan kepada tenaga kerja usia produktif yang memiliki energi besar agar mampu menghadapi tantangan dan kompetisi di pasar kerja.
"Kalau tak dibekali keahilan dan keterampilan yang cukup untuk berkompetisi, maka kehilangan kesempatan untuk memenangkan pertarungan di pasar kerja," sambungnya.
Lihat Juga :