Bikin Transparan dan Efisien, Legislator Dukung IPO PGE
Kamis, 16 Februari 2023 - 10:42 WIB
loading...
A
A
A
Dia pun mencontohkan BUMN yang sukses setelah mencatatkan sahamnya di lantai bursa seperti Bank Mandiri, BNI, BRI, dan juga perusahaan tambang seperti PT Bukit Asam, Aneka Tambang, dan lain-lain. Andre mengingatkan bahwa status perusahaan-perusahaan tersebut tidak berubah, tetap BUMN. "Tidak ada kepemilikan yang beralih ketika mereka menjadi perusahaan terbuka. Nah, begitu juga dengan PGE, tidak akan ada kepemilikan yang berubah. Jangan lupa, saham yang dilepas PGE juga hanya 25%,” jelasnya.
Baca Juga: Pemerintah Gencarkan Terobosan untuk Tarik Investor Panas Bumi
Dia menambahkan, IPO adalah mekanisme yang lazim dilakukan perusahaan. Andre juga menekankan bahwa PGE perlu melakukan IPO mengingat panas bumi butuh investasi besar. Melalui IPO, jelas dia, PGE bisa memperoleh dana yang dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja, dan bukan dalam bentuk pinjaman. "Kalau pinjam ke bank kan harus mengembalikan. Tetapi ini kan tidak, hanya sharing keuntungan saja seiring dengan sharing risiko tentunya," tuturnya.
PGE, yang merupakan bagian dari Subholding Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), rencananya melepas sebanyak-banyaknya 10.350.000.000 saham biasa dengan harga pelaksanaan penawaran perdana dengan kisaran Rp820 hingga Rp945. Lewat penawaran umum perdana saham, PGE menargetkan perolehan dana sebanyak-banyaknya Rp9,78 triliun. Alokasi hasil IPO akan digunakan oleh perseroan salah satunya untuk kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex).
Periode penawaran umum perdana saham PGE dijadwalkan berlangsung 20-22 Februari 2023. Pencatatan perdana di papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 Februari 2023. Dalam penawaran umum perdana saham, PGE menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, dan PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. PGE juga menunjuk CLSA, Credit Suisse, dan HSBC sebagai international selling agents.
Baca Juga: Pemerintah Gencarkan Terobosan untuk Tarik Investor Panas Bumi
Dia menambahkan, IPO adalah mekanisme yang lazim dilakukan perusahaan. Andre juga menekankan bahwa PGE perlu melakukan IPO mengingat panas bumi butuh investasi besar. Melalui IPO, jelas dia, PGE bisa memperoleh dana yang dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja, dan bukan dalam bentuk pinjaman. "Kalau pinjam ke bank kan harus mengembalikan. Tetapi ini kan tidak, hanya sharing keuntungan saja seiring dengan sharing risiko tentunya," tuturnya.
PGE, yang merupakan bagian dari Subholding Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), rencananya melepas sebanyak-banyaknya 10.350.000.000 saham biasa dengan harga pelaksanaan penawaran perdana dengan kisaran Rp820 hingga Rp945. Lewat penawaran umum perdana saham, PGE menargetkan perolehan dana sebanyak-banyaknya Rp9,78 triliun. Alokasi hasil IPO akan digunakan oleh perseroan salah satunya untuk kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex).
Periode penawaran umum perdana saham PGE dijadwalkan berlangsung 20-22 Februari 2023. Pencatatan perdana di papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 Februari 2023. Dalam penawaran umum perdana saham, PGE menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, dan PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. PGE juga menunjuk CLSA, Credit Suisse, dan HSBC sebagai international selling agents.
(fai)
Lihat Juga :