Kementerian BUMN Targetkan Proses IPO Pertamina Geothermal Tuntas Akhir Februari 2023
Kamis, 16 Februari 2023 - 20:54 WIB
loading...
Kementerian BUMN menargetkan IPO PGE rampung pada Februari 2023. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian BUMN memastikan rencana pencatatan sama perdana atau Initial Public Offering (IPO) PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) rampung pada Februari 2023. Anak usaha PT Pertamina (Persero) itu sudah melakukan pendaftaran untuk bisa memfinalisasi perjanjian underwriting.
Wakil Menteri BUMN II, Pahala Nugraha Mansury mengatakan, usai seluruh proses dirampungkan, PGE segera melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun ini. "Diharapkan di akhir bulan Februari ini proses IPO PGE tersebut sudah bisa diselesaikan," ungkap Pahala, Kamis (16/2/2023)
Baca Juga: Mantap IPO, Pertamina Geothermal Cetak Laba Bersih Rp1,69 Triliun
Kabarnya, PGE akan melepaskan 25 persen sahamnya ke publik. Dari penjualan itu, Pertamina masih menjadi pemegang saham mayoritas. Dengan begitu, tidak ada perpindahan kepemilikan saham mayoritas dari Pertamina ke investor.
Pahala menyebut aksi korporasi PGE sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri BUMN Erick Thohir. Terutama, mengumpulkan dana publik yang dialokasikan untuk pengembangan geothermal atau panas bumi sebagai bagian dari penerapan energi baru dan terbarukan (EBT).
Wakil Menteri BUMN II, Pahala Nugraha Mansury mengatakan, usai seluruh proses dirampungkan, PGE segera melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun ini. "Diharapkan di akhir bulan Februari ini proses IPO PGE tersebut sudah bisa diselesaikan," ungkap Pahala, Kamis (16/2/2023)
Baca Juga: Mantap IPO, Pertamina Geothermal Cetak Laba Bersih Rp1,69 Triliun
Kabarnya, PGE akan melepaskan 25 persen sahamnya ke publik. Dari penjualan itu, Pertamina masih menjadi pemegang saham mayoritas. Dengan begitu, tidak ada perpindahan kepemilikan saham mayoritas dari Pertamina ke investor.
Pahala menyebut aksi korporasi PGE sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri BUMN Erick Thohir. Terutama, mengumpulkan dana publik yang dialokasikan untuk pengembangan geothermal atau panas bumi sebagai bagian dari penerapan energi baru dan terbarukan (EBT).
Lihat Juga :