Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Minus 17% Kalau Lockdown
Rabu, 15 Juli 2020 - 23:38 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia kemungkinan bisa minus hingga 17% apabila menerapkan kebijakan lockdown. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia kemungkinan bisa minus hingga 17% apabila menerapkan kebijakan lockdown. Namun hal tersebut urung dilakukan sehingga pertumbuhan ekonomi tidak terkoreksi semakin dalam.
"Dan beruntung sekali, kita sekarang ini, kondisi ekonomi kita, meskipun di kuartal kedua pertumbuhannya kemungkinan, ini dari hitungan pagi tadi yang saya terima, kuartal kedua mungkin kita bisa minus ke 4,3 (persen). Di kuartal pertama kita masih positif 2,97 (persen), 2,97 (persen). Saya enggak bisa bayangin kalau kita dulu lockdown gitu mungkin bisa minus 17 (persen)," ucap Jokowi dikutip dari laman setkab.go.id.
(Baca Juga: Belanja Modal Pemda di Bawah 50%, Jokowi Peringatkan Para Gubernur )
Jokowi menceritakan, tiga bulan lalu Managing Director International Monetary Fund (IMF) menelepon dirinya. Dia menyebut perekonomian dunia bakal terkontraksi dan global growth-nya hanya akan tumbuh sekitar minus 2,5%.
"Tapi terakhir, setelah itu, Bank Dunia mengatakan, David (Presiden Bank Dunia, David Malpass) mengatakan, minus 5 persen. Tapi terakhir, OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), angkanya sudah berubah total lagi, sangat dinamis, harian ini, ketidakpastian ini harian, bukan mingguan, harian. Terakhir sudah berada pada angka minus 6 sampai minus 7,6 (persen). Betapa beratnya situasi ini," tuturnya.
"Dan beruntung sekali, kita sekarang ini, kondisi ekonomi kita, meskipun di kuartal kedua pertumbuhannya kemungkinan, ini dari hitungan pagi tadi yang saya terima, kuartal kedua mungkin kita bisa minus ke 4,3 (persen). Di kuartal pertama kita masih positif 2,97 (persen), 2,97 (persen). Saya enggak bisa bayangin kalau kita dulu lockdown gitu mungkin bisa minus 17 (persen)," ucap Jokowi dikutip dari laman setkab.go.id.
(Baca Juga: Belanja Modal Pemda di Bawah 50%, Jokowi Peringatkan Para Gubernur )
Jokowi menceritakan, tiga bulan lalu Managing Director International Monetary Fund (IMF) menelepon dirinya. Dia menyebut perekonomian dunia bakal terkontraksi dan global growth-nya hanya akan tumbuh sekitar minus 2,5%.
"Tapi terakhir, setelah itu, Bank Dunia mengatakan, David (Presiden Bank Dunia, David Malpass) mengatakan, minus 5 persen. Tapi terakhir, OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), angkanya sudah berubah total lagi, sangat dinamis, harian ini, ketidakpastian ini harian, bukan mingguan, harian. Terakhir sudah berada pada angka minus 6 sampai minus 7,6 (persen). Betapa beratnya situasi ini," tuturnya.
Lihat Juga :