IPO PGE Dukung Optimalisasi Bauran Energi Terbarukan
Jum'at, 17 Februari 2023 - 12:14 WIB
loading...
Pelepasan saham perdana atau initial public offering (IPO) PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dinilai penting untuk optimalisasi bauran energi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pelepasan saham perdana atau initial public offering ( IPO ) PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dinilai penting untuk optimalisasi bauran energi , yakni meningkatkan bauran energi terbarukan guna mencapai 34% pada 2030. Selain itu juga berperan besar dalam pencapaian target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
"IPO ini dimaksudkan untuk memperkuat pemodalan PGE untuk berinvestasi pengembangan panas bumi. Hal ini seiring rencana Indonesia mencapai NZE dan meningkatkan bauran energi terbarukan, yakni mencapai 34% pada 2030," jelas Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa kepada media, Jumat (17/3/2023).
Baca Juga: Bikin Transparan dan Efisien, Legislator Dukung IPO PGE
Fabby mengatakan, IPO PGE selaras dengan rencana pemerintah untuk menambah pasokan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 7 GW pada 2030. Saat ini, lanjut dia, PGE mengoperasikan 672 MW secara Own Operation dan 1205 MW melalui Joint Operation Contract (JOC).
Sementara itu PGE menargetkan dapat meningkatkan kapasitas terpasang yang dikelola langsung PGE menjadi 1.272MW pada 2027. “Dana yang didapat dari IPO ini dialokasikan untuk eksplorasi panas bumi dan ekspansi PLTP untuk menambah kapasitas. Ini berkaitan langsung dengan rencana strategis PGE,” ujarnya.
"IPO ini dimaksudkan untuk memperkuat pemodalan PGE untuk berinvestasi pengembangan panas bumi. Hal ini seiring rencana Indonesia mencapai NZE dan meningkatkan bauran energi terbarukan, yakni mencapai 34% pada 2030," jelas Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa kepada media, Jumat (17/3/2023).
Baca Juga: Bikin Transparan dan Efisien, Legislator Dukung IPO PGE
Fabby mengatakan, IPO PGE selaras dengan rencana pemerintah untuk menambah pasokan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 7 GW pada 2030. Saat ini, lanjut dia, PGE mengoperasikan 672 MW secara Own Operation dan 1205 MW melalui Joint Operation Contract (JOC).
Sementara itu PGE menargetkan dapat meningkatkan kapasitas terpasang yang dikelola langsung PGE menjadi 1.272MW pada 2027. “Dana yang didapat dari IPO ini dialokasikan untuk eksplorasi panas bumi dan ekspansi PLTP untuk menambah kapasitas. Ini berkaitan langsung dengan rencana strategis PGE,” ujarnya.
Lihat Juga :