Pengusaha Dibuat Heran Lulusan SMK Masih Banyak Belum Siap Kerja
Selasa, 21 Februari 2023 - 12:31 WIB
loading...
Banyaknya lulusan SMK/sederajat yang menjadi pengangguran di Indonesia membuat heran kalangan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Banyaknya lulusan SMK /sederajat yang menjadi pengangguran di Indonesia membuat heran kalangan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Selama tiga tahun terakhir, jumlah pengangguran di Indonesia justru paling banyak disumbangkan dari tamatan SMK/sederajat.
Baca Juga: Lulusan SMK Banyak Menganggur, Pegiat Pendidikan Berikan Solusinya
Menurut Ketua Umum Kadin, Arsjad Rasjid, kondisi itu mengindikasikan bahwa lulusan SMK terutama masih belum siap untuk masuk dalam pasar kerja di Indonesia. Padahal SMK sendiri merupakan sebuah lembaga pendidikan vokasi yang seharusnya bisa langsung kerja.
"Kalau kita lihat data dari 3 tahun terakhir, jumlah tamatan SMK senderajat, selalu menjadi penyumbang angka pengangguran tertinggi, padahal SMK termasuk dalam sekolah vokasi yang seharusnya sudah siap kerja dengan keterampilannya," ujar Arsjad dalam sambutannya pada acara revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi, Selasa (21/2/2023).
Arsjad menilai pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah hal mutlak yang harus dilakukan untuk menggapai cita-cita Indonesia emas tahun 2045 mendatang. "Hal ini semakin mendesak pentingnya pengembangan kualitas SDM di Indonesia," kata Arsjad.
Baca Juga: Lulusan SMK Banyak Menganggur, Pegiat Pendidikan Berikan Solusinya
Menurut Ketua Umum Kadin, Arsjad Rasjid, kondisi itu mengindikasikan bahwa lulusan SMK terutama masih belum siap untuk masuk dalam pasar kerja di Indonesia. Padahal SMK sendiri merupakan sebuah lembaga pendidikan vokasi yang seharusnya bisa langsung kerja.
"Kalau kita lihat data dari 3 tahun terakhir, jumlah tamatan SMK senderajat, selalu menjadi penyumbang angka pengangguran tertinggi, padahal SMK termasuk dalam sekolah vokasi yang seharusnya sudah siap kerja dengan keterampilannya," ujar Arsjad dalam sambutannya pada acara revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi, Selasa (21/2/2023).
Arsjad menilai pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah hal mutlak yang harus dilakukan untuk menggapai cita-cita Indonesia emas tahun 2045 mendatang. "Hal ini semakin mendesak pentingnya pengembangan kualitas SDM di Indonesia," kata Arsjad.
Lihat Juga :