Laba Meroket 40%, BSI Naik Tingkat jadi Bank Terbesar ke-6 di Indonesia
Selasa, 21 Februari 2023 - 16:51 WIB
loading...
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membukukan kinerja cemerlang di sepanjang tahun 2022 lalu. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membukukan kinerja cemerlang di sepanjang tahun 2022 lalu. Laba bersih perseroan pun meroket 40,68%.
Bank yang pendiriannya diresmikan oleh presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara itu juga melesat menjadi bank terbesar ke-6 di Tanah Air, menyalip CIMB Niaga.
"Alhamdulillah kinerja BSI sepanjang tahun lalu tumbuh signifikan. Kita bisa lihat dari laba bersih BSI yang mencapai Rp4,26 triliun atau tumbuh 40,68% secara year on year (yoy) di akhir 2022," kata Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta, Selasa (21/2/2023).
Menurut dia, pertumbuhan BSI merupakan buah kerja keras dari transformasi perusahaan. Erick menyebut merger atau penggabungan yang dilakukan dua tahun lalu membuahkan hasil yang baik.
Dia membeberkan, per kuartal IV/2022, total aset BSI tumbuh 15% menjadi Rp306 triliun. Demikian halnya dana pihak ketiga (DPK) yang naik 12% (yoy) menjadi Rp261,49 triliun. Sementara pembiayaan BSI tumbuh 21% (yoy) menjadi Rp208 triliun.
Dari sisi kualitas aset, sambung Erick, rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) Gross bergerak menurun dari 2,93% menjadi 2,42% per Desember 2022.
Bank yang pendiriannya diresmikan oleh presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara itu juga melesat menjadi bank terbesar ke-6 di Tanah Air, menyalip CIMB Niaga.
"Alhamdulillah kinerja BSI sepanjang tahun lalu tumbuh signifikan. Kita bisa lihat dari laba bersih BSI yang mencapai Rp4,26 triliun atau tumbuh 40,68% secara year on year (yoy) di akhir 2022," kata Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta, Selasa (21/2/2023).
Menurut dia, pertumbuhan BSI merupakan buah kerja keras dari transformasi perusahaan. Erick menyebut merger atau penggabungan yang dilakukan dua tahun lalu membuahkan hasil yang baik.
Dia membeberkan, per kuartal IV/2022, total aset BSI tumbuh 15% menjadi Rp306 triliun. Demikian halnya dana pihak ketiga (DPK) yang naik 12% (yoy) menjadi Rp261,49 triliun. Sementara pembiayaan BSI tumbuh 21% (yoy) menjadi Rp208 triliun.
Dari sisi kualitas aset, sambung Erick, rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) Gross bergerak menurun dari 2,93% menjadi 2,42% per Desember 2022.
Lihat Juga :